Tampilkan postingan dengan label bayi sehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bayi sehat. Tampilkan semua postingan

Obat Penghilang rasa sakit : Paracetamol dan padanan nya

11.30.00

Obat penghilang rasa sakit 

antara lain adalah Acetaminophen , yang biasa juga disebut Paracetamol.

Obat ini sering dan umum ada dalam kandungan pengobatan untuk sakit flu / pilek atau batuk biasa misal 

procold, ultraflu, hufagrip, obh batuk, neozep, inza dll

Apakah sobat tau padanan obat acetaminophen atau paracetamol ini? 

yA! 

ini sama saja dengan obat yang ber merk dagang lainnya, misalnya 

Panadol, Naprex, Paramol, Mixagrip Flu, Hufagesic, Paramex SK, Sanmol, Sumagesic, Termorex, dan Poro. 

dan yang lainnya,, tidak menutup kemungkinan obat merk lainnya yang beredar ya..

Yang perlu sobat ketahui adalah :

Meski obat obat tersebut bisa didapat dengan bebas namun harus diingat DOSIS amannya.

Berapa dosis aman nya dok? 

Dalam sehari tidak boleh lebih dari 3000mg

Kenapa harus dibatasi dok??

Karena bisa menimbulkan efek samping yang ringan sampai bisa terjadi kerusakan hati berat dan berujung pada kematian lo sobat.

Untuk itulah jika berasa sakit atau nyeri yang sering dirasakan, lebih bijak sobat mencari tau penyebab dan mengobati penyebab sakit nya juga ya.

Jadi lebih ke menghilangkan sumber masalahnya gitu lohhh 

Penggunaan acetaminophen ini atau disebut sebagai penghilang rasa sakit umum (APAP), 

jika diminum selama kehamilan bisa dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan perkembangan calon bayi. 

Sobat jika selama masa hamil wajib memfilter obat yang akan diminum untuk meredakan gejala yang dirasa, termasuk penghilang nyeri acetaminophen atau paracetamol ini.  Karena obat dengan kandungan APAP ini sangat mudah didapatkan dan dikenal aman untuk ibu hamil.

Namun perlu diketahui, 

penggunaan ada sebuah tinjauan baru berdasarkan penelitian selama 25 tahun menunjukkan bahwa : 

wanita hamil tidak boleh menggunakan APAP 

kecuali jika diindikasikan secara medis dan bahwa mereka harus menggunakan dosis efektif terendah untuk waktu sesingkat mungkin.

Karena ternyata paracetamol ini dapat melintasi plasenta dan sawar darah-otak. 

Penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa kehamilan dapat menyebabkan perubahan metabolisme APAP, 

yang berpotensi membuat janin lebih rentan terhadap efek toksik obat paracetamol. 

Penelitian lain menemukan bahwa APAP menghambat sinyal prostaglandin pada trimester ketiga kehamilan yang dapat menyebabkan penyempitan duktus arteriosus dan gagal jantung yang mengancam jiwa pada bayi. 

Wahhh beresiko menyebabkan kematian loh pada calon bayi..saat hamil trimester ketiga!

Para peneliti mencatat penelitian lain yang menemukan bahwa paparan APAP di dalam rahim terkait dengan kelainan saluran urogenital dan reproduksi pria, seperti testis yang tidak turun dan jarak anogenital yang berkurang, dan pubertas wanita dini.

Mereka juga menyebutkan bahwa efek perkembangan saraf yang terkait dengan paparan APAP prenatal termasuk 


ADHD, autisme, keterlambatan bahasa, penurunan IQ, cerebral palsy, gangguan oposisi, penurunan fungsi eksekutif dan gangguan perilaku.

So... 

Tulisan saya diatas bisa disimpulkan dalam 

NASEHAT DOKTER :

1. Jika nyeri , cari tau penyebab nyerinya juga sembari meminum penghilang nyeri seperti acetaminophen (paracetamol) dan obat obat bermerk lainnya dengan kandungan yang sama

2. Jika pun akan meminum obat Paracetamol ini yang karena bisa dibeli dengan bebas , sobat perlu ingat dosis aman nya. TIDAK BOLEH LEBIH DARI 3000 mg sehari ya

3. Untuk ibu hamil utamanya di trimester ketiga lebih aman tidak mengkonsumsi paracetamol                                                      



Semoga Bermanfaat ya!


Parenting ISLAM : Waspada dengan Kata Ganti "JANGAN" pada Anak

10.17.00

 Waspada pada Kata Ganti "JANGAN" pada Anak

Parenting Islam.

Ini penting sekali diketahui dan di lakukan oleh setiap orang tua dan pengasuh di sekitar anak anak kita, kenapa? Karena secara tidak sadar kita diarahkan pada mendidik anak dengan memberikan pilihan rasa nyaman untuk mereka. Ini sangat berbeda dengan arti kata "Jangan" yang sebenarnya mempunyai makna yang jelas dan mudah dimengerti anak di usia mulai 2tahun keatas.

Berikut beberapa contoh kata ganti jangan yang digembar gemborkan :

- Bermainlah Bersama Saja TIDAK SAMA DENGAN Jangan bertengkar

- Coba sambil bergantian  TIDAK SAMA DENGAN Jangan berebut

- Menjauhlah dari Api TIDAK SAMA DENGAN  Jangan dekat api

Dan masih banyak lagi , yang pada intinya mengganti kata jangan dengan sebuah "anjuran". Padahal jelas anjuran tidak sama dengan larangan, dimana jelas pada arti kata jangan sebagai sebuah larangan yang tidak bisa digantikan.

Salah seorang pendidik pernah berkata,

"Pintu terbesar yang paling mudah dimasuki oleh Orang lain yang berniat Jahat adalah dunia psikologi dan dunia pendidikan".

Karena itulah,
Kita sebagai orang tua harus dapat mengetahui Mode Parenting yang diajarkan, Jangan langsung ditelan mentah mentah dan diaplikasikan kepada anak anak kita. Kita wajib  mengkroscek dengan tuntunan Agama kita, Islam dengan AlQuran dan Sunnah Hadistnya.

Bukankah Terasa mengganjal di benak kita, tentang larangan menggunakan kata jangan ini?
Kenapa?

karena bertentangan dengan fitrah manusia apabila dalam kondisi panik dan terjepit akan mengucapkan kata 'jangan'.


Misalnya :
kita kawatirkan anak kita akan jatuh ke dalam lubang karena teralu dekat bermain disekitaran lubang tersebut, tak mungkin dalam waktu yang sepersekian detik akan mengatakan "ayo lebih baik main disini". Tentu anak kecil tak mengerti makna itu' dan tentu parahnya anak mungkin tak sempat berhenti dan jatuh lah ia ke dalam lubang.
Berbeda jika kita secara refleks katakan pada anak kita "jangan kesana! nanti jatuh, berbahaya Nak!..." Sang anak akan kaget dan akan dengan cepat menghentikan langkahnya.

Masih ingat degan Luqman Al-Hakim?

Dalam Al Quran ada surat Luqman ayat 12 sampai 19.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Bismillahirrohmanirrohim~
وَلَقَدْ اٰتَيْنَا لُقْمٰنَ الْحِكْمَةَ اَنِ اشْكُرْ لِلّٰهِ‌ۗ وَمَنْ يَّشْكُرْ فَاِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهٖ‌ۚ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِىٌّ حَمِيْدٌ
Ayat 12 : Dan sungguh, telah Kami berikan hikmah kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah! Dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya, Maha Terpuji

وَاِذْ قَالَ لُقْمٰنُ لِا بْنِهٖ وَهُوَ يَعِظُهٗ يٰبُنَىَّ لَا تُشْرِكْ بِاللّٰهِ ۗ اِنَّ الشِّرْكَ لَـظُلْمٌ عَظِيْمٌ
Ayat 13 : Dan ingatlah ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.”

وَوَصَّيْنَا الْاِنْسٰنَ بِوَالِدَيْهِ‌ۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصٰلُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِـوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ
Ayat 14 : Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu.

وَاِنْ جَاهَدٰكَ عَلٰى اَنْ تُشْرِكَ بِيْ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا‌ وَصَاحِبْهُمَا فِى الدُّنْيَا مَعْرُوْفًا‌ۖ وَّاتَّبِعْ سَبِيْلَ مَنْ اَنَابَ اِلَيَّ ‌ۚ ثُمَّ اِلَيَّمَرْجِعُكُمْ فَاُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
Ayat 15 : Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Ku lah kembalimu, maka kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

يٰبُنَيَّ اِنَّهَاۤ اِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِيْ صَخْرَةٍ اَوْ فِى السَّمٰوٰتِ اَوْ فِى الْاَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللّٰهُ ‌ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَطِيْفٌ خَبِيْرٌ
Ayat 16 : (Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.

يٰبُنَيَّ اَقِمِ الصَّلٰوةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوْفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلٰى مَاۤ اَصَابَكَ‌ۗ اِنَّ ذٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْاُمُوْرِ‌
Ayat 17 : Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى الْاَرْضِ مَرَحًا ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍۚ
Ayat 18 : Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.

وَاقْصِدْ فِيْ مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ‌ۗ اِنَّ اَنْكَرَ الْاَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيْرِ
Ayat 19 : Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.

Waspada dengan kata 'Jangan' pada anak
BloggerDokter


Inilah sebenarnya bentuk tindakan preventif Wajib yang ada dalam al-Qur'an. 

Sampai pada ayat 19, ada 4 kata “ laa ” (jangan) yang dilontarkan oleh Luqman kepada anaknya, yaitu 

1. “laa tusyrik billah”, 

2. “fa laa tuthi’humaa”, 

3. “Wa laa tusha’ir khaddaka linnaasi”, dan 

4. “wa laa tamsyi fil ardli maraha”.

Luqman tidak perlu mengganti kata “jangan menyekutukan Allah” dengan (misalnya) “Esakanlah Allah”.




Kesimpulan yang bisa saya ambil dari kontroversi parenting ini adalah :

  • Berkata lah kepada anak dengan kata “jangan” secara tepat. 

Tentu saja kata “jangan” masih perlu dipakai apabila memang menyangkut perilaku anak yang serius. Apabila memang diperlukan katakan dengan tegas, tapi tidak dengan bentakan. 
Misalnya, “Jangan menarik ekor kucing, kasihan kucingnya kesakitan.” 

  • Berikan pujian apabila ia merespon larangan Anda, 

misalnya dengan senyum atau pelukan, “Mama senang, ternyata kamu mau mendengarkan Mama.”

    • Berikan perintah pilihan kata ganti jangan jika memang menyangkut perilaku anak yang tidak serius (memang ada pilihan)

    Kurang lebihnya artikel in mohon dimaafkan ya.. 
    saya hanyalah seorang yang belajar dan mengkoreksi diri sendiri untuk seterusnya demi buah hati kita. Semoga buah hati kita dapat tumbuh menjadi pribadi pribadi yang kita harapkan. 
    aamiin

    Semoga bermanfaat
    Pertanyaan anda dapat tuliskan di kolom komentar atau langsung hubungi saya via kontak diatas atau
    di link berikut ini Kontak Dokter.
    InsyaAllah saya segera respon, Terimakasih Wassalamualaikum,,,






    Cara Membuat Anak Patuh dan Disiplin sesuai Usia

    11.56.00


    Anak Patuh dan Disiplin Sesuai Usia

    adalah bukan hal yang mudah dan membutuhkan waktu alias berproses.

    Namun yang paling penting disini adalah kapan dan bagaimana anak kita akan siap menerima aturan kedisiplinan dari orang tuanya.

    Baru baru ini anak ketiga saya di usianya
     yang 3 bulan lagi menginjak 4tahun mulai sering membuat saya sebagai ibunya geram dengan tingkah lakunya, dia sering mogok makan, suka lempar lempar barang yang ada di hadapannya karena merasa bosan atau menangis jika tidak bisa mendapatkan keinginannya, cenderung membantah terhadap semua yang saya katakan, dimana semua hal berdasarkan kata dia "pokoknya!".

    Selama keinginan nya aman dan baik untuk perkembangan dan kesehatan lahir batinnya,
    saya ataupun anda semua selaku orangtua apalagi ibu nya anak anak pastilah akan meluluskan nya. Namun jika tidak?

    Berikut tips nya, Cara Membuat anak patuh dan disiplin sesuai usianya, dan ini telah saya buktikan keberhasilannya.

    Sesuai dengan Usia , cara yang dibutuhkan untuk membuat anak disiplin pun juga berbeda :

    8bulan (sebelum bayi bisa merangkak)

    Menurut beberapa ahli,
    - menentukan batasan,
    - mengajarkan berperilaku baik, dan
    - mengurangi yang buruk
    tiga hal diatas dapat dimulai dari bayi.

    “Ada beberapa hal yang bahkan bayi pun harus belajar untuk tidak melakukannya,
    misalnya saja menarik rambut Anda,” tutur Judith Myers-Walls, PhD, wakil profesor dari studi perkembangan anak dan keluarga di Purdue.

    Karena bahasa, ingatan dan perhatian bayi terbatas,
    cara terbaik untuk mendisiplinkannya adalah dengan mengendalikan perilaku, bukan mengajarkannya langsung.

    2 cara yang paling efektif untuk usia ini adalah :
    1. Alihkan (bantu ia pindah dari aktivitas yang tidak baik ke yang lebih baik
    2.  Jangan pedulikan dia.

    Contoh :
    ketika bayi 4 bulan Anda senang menarik-narik rambut Anda, pindahkan tangannya dengan lembut, berikan ciuman, dan alihkan pada sesuatu yang lebih menyenangkan sesuai  mainan lainnya ganti dengan menarik narik tali yang mengikat balon misalnya.
    Seperti yang ada di video berikut ini Video Cara Disiplinkan Anak dengan Bermain

    Anda pasti tak ingin membiarkan perilaku tidak baik diteruskan,
    seperti ketika bayi 7 bulan Anda dengan bahagianya melempar biskuit oreo dari kursi makannya.

    Sangat penting untuk mengingat bahwa anak-anak yang masih sangat kecil benar-benar tidak tahu.
    Ia hanya belajar untuk mengendalikan tangan-tangannya dan mulai mengerti apa itu konsep sebab dan akibat.
    Perilaku ini memang mengganggu, namun penting untuk tidak marah atau bereaksi berlebihan terhadapnya apalagi di masa usia <8bulan.

    Faktanya, studi menemukan bahwa 39 persen orangtua berpikir bayi sedang menggoda mereka ketika terus-terusan mengganti saluran televisi menggunakan remote.
    Yang terbaik yang dapat Anda lakukan adalah berusaha untuk tetap tenang dan terus melakukan apa yang sedang Anda lakukan (tidak peduli, dengan catatan apa yang dilakukan bayi tidak berbahaya untuk nya dan orang lain disekelilingnya).

    Usia 8bulan - 1 tahun pertama

    8 bulan,
    saat bayi mulai merangkak,
    Saat ini lah sebenarnya waktu yang tepat Anda memulai menentukan batasan,
    dengan cara sesuai usianya tentunya.
    Karena, di usia ini anak hanya ingin bereksplorasi (ia sama sekali tidak memiliki konsep apa yang baik ia lakukan, dan apa yang tidak).

    Jadi pembatasan yang kita lakukan adalah dengan cara menghilangkan atau menjauhkan benda benda yang kita tidak ingin buah hati menyentuh nya demi keselamatan sang anak.

    Para ahli mengatakan ini cara terbaik untuk membantu bayi agar tidak celaka dan mudah untuk mengikuti aturan.
    Kebanyakan dari kita berkata ‘tidak’ saat melihat bayi melakukan hal-hal yang tidak kita inginkan.
    Sayangnya kata tersebut bukanlah metode pendisiplinan yang sesuai dengan rentang usia 8bulan-1tahun ini.
    Karena mereka tidak mampu membedakan nada suara misalnya, antara ‘tidak’ dengan “I love you,” artinya sang anak tidak akan dapat memiliki kontrol diri untuk menuruti perintah Anda dengan cara berkata kata.


    Gunakanlah cara lain untuk mengajarkan bayi bahwa ada hal-hal yang tak dapat dilakukan.
    Yakni 
    - mengganti nada atau intonasi suara dengan kata kata yang sama dan menyenangkan di tiap kali anak usia ini akan melakukan sesuatu yang kita larang.




    Ini contohnya :
    Seorang ibu katakanlah bernama Erieka berkata “Mulai usia 8-9 bulan, tiap kali putri saya Aisah mendekat ke stop kontak, saya langsung berkata 'Wowowow' dalam nada suara tegas namun menyenangkan hingga membuatnya berhenti dan menatap saya,” jelas Erieka. 

    “Saya terus melakukannya, sehingga setelah sementara waktu setiap kali ia mendekati stop kontak, ia akan menunjuk dan berkata 'wowowow' pada saya.

    Usia 1tahun-2tahun pertama

    Pada usia ini, keahlian anak untuk berkomunikasi meningkat.

    Sehingga Anda dapat mulai menggunakan kata-kata bijaksana untuk situasi yang sangat serius.
    Namun, harus diperhatikan bahwa pemakaian kata yang terlalu banyak tidak berguna.
    Anda pun mulai dapat menjelaskan aturan-aturan dasar seperti, tidak boleh menarik ekor kucing.

    Keahlian fisik anak pun saat ini pun dalam keadaan yang prima untuk bermain.
    Apalagi ketika ia mulai bisa berjalan, ia akan senang dengan kemampuannya yang baru ini.

    Usia ini juga adalah saat anak usia masa tantrum.
    Bila terjadi, cepatlah merespon tantrumnya, namun hal ini merupakan bagian dari pertumbuhan dan bukan untuk didisiplinkan secara keras seperti melarang sesuatu untuknya atau menyuruhnya diam di kamar.

    Ketika tantrum datang, “kenali dengan baik anak Anda”.

    Beberapa anak dengan mudah ditenangkan saat dialihkan, namun anak lainnya bisa jadi membutuhkan pelukan.

    Namun bila tantrum berlangsung lama, pindahkan anak dari situasi yang terjadi dan dengan lembut jelaskan apa yang terjadi (“kita nggak bisa di toko terus kalau kamu nggak bisa berhenti teriak”) sampai ia tenang.

    Pengalaman saya saat menghadapi masa tantrum anak ketiga saya adalah menenangkannya dengan cara membawanya pergi dari situasi yang membuat nya tidak nyaman dan memberikan pelukan, cara seperti ini sering membuahkan hasil.

    Rasa frustasi anak saat tak mampu mengkomunikasikan keinginannya secara efektif berujung pada pukulan dan gigitan.
    Disiplinkan anak Anda saat hal itu terjadi dengan memberitahunya segera apa yang tidak boleh dilakukan, tentu tetap dengan suara lembut ya..

    Pengalaman saya saat memberikan arahan kepada anak yang sedang kondisi tantrum,
    terkadang mood saya kurang baik sehingga suara yang keluar tidak bisa lembut...
    untuk ini lah dibutuhkan orang ketiga misalnya sang ayah , atau keluarga yang lain disekitar sang anak.
    Jika terpaksa tidak ada orang lain yang membantu anda, anda dapat menenangkan diri terlebih dulu dengan berdiam diri sesaat kemudian tarik nafas panjang..
    pikirkanlah :
    “semua ini karena Allah, Istighfar dan baca Bismillah..

    Setelah memberi arahan secara lisan, Arahkan langsung pada aktivitas yang baik. 
    Misalnya saja, 
    jika anak memukul Anda karena ia harus berhenti bermain sementara popoknya harus diganti, katakan “Tidak pukul, sakit!” 
    Sambil pegang tanggan nya untuk memberhentikan dan berikan ia mainan sehingga perhatiannya teralihkan saat popoknya diganti.
    Saat anak berusia 2 tahun ada 2 program yang sering diikuti, yaitu 
    • playgroup atau 
    • play dates. 
    Program tersebut sangat membantu mengembangkan keahlian sosialisasi anak, sekaligus menciptakan masalah disiplin yang baru.
    Berbagi mainan, waktu, bahkan perhatian sangat sulit dilakukan oleh anak usia ini.
    Yang lebih rumit lagi bahwa orang tua lain (dan tentunya anak lain) bisa jadi mengambil mainan yang kebetulan adalah milik Anda.
    Ingatlah bahwa balita mengerti perintah-perintah sederhana, empati, serta sebab dan akibat. 
    Anda pun kini leluasa untuk menerapkan konsep disiplin. 
    Jika anak Anda merebut krayon dari temannya, misalnya, Anda bisa berkata, 
    “Mainan tidak direbut. Kalau krayonnya diambil, nanti Billy sedih,” 
    lalu berilah krayon yang mirip untuk anak Anda.

    Usia 2tahun-3tahun


    Kunci keberhasilan dalam mendisiplinkan batita dan balita adalah 
    membuat segala sesuatunya tampak sederhana. 

    Menurut studi Psikologi Anak di New York, 
    Ibu yang memberikan pemahaman panjang tidak akan sesukses Ibu yang menggunakan perintah-perintah langsung dan sederhana.

    Pengalaman saya “Begitu Anak saya berusia 2,5 tahun, saya mulai memberikan penjelasan yang panjang saat melarang dia melakukan sesuatu. Namun saya sadar, dia tidak begitu mengerti. 
    Ketika ia ingin es krim sebelum makan malam, saya tinggal bilang “Tidak sekarang!”.
    Anak-anak di Usia ini siap untuk diberi disiplin time out.

    Caranya adalah sebagai berikut :
    Ketika anak berperilaku buruk, minta ia duduk di kursi atau di dalam kamarnya sampai ia tenang.

    Setiap menit mewakili umurnya (misalnya, anak yang berusia 3 tahun mendapatkan time out selama 3 menit).

    Ia boleh bangkit ketika Anda bilang time out sudah selesai.
    Namun begitu, karena setiap anak berbeda, sebuah cara mendisiplinkan anak yang satu dengan yang lain belum tentu cocok.
    Tapi semakin sering berlatih, semakin anak Anda mengerti batasan-batasan.
    Semua orang pun senang. 

    Persis seperti yang saya alami..

    Baik Semoga Bermanfaat
    Adakah pengalaman anda menghadapi anak - anak yang membantah saat kita berusaha mendisiplinkannya, ayah bunda?
    Share yaaa pengalamannya...
    Pertanyaan atau sharing anda dapat tuliskan di kolom komentar atau langsung hubungi saya via kontak diatas atau
    di link berikut ini Kontak Dokter.

    InsyaAllah saya segera respon, Terimakasih Wassalamualaikum,,,

    Anak Cerdas ketahui sejak Dini dengan Cara Tes Pendengaran Bayi

    07.19.00

    Anak Cerdas ketahui sejak Dini dengan Cara Tes Pendengaran Bayi

    Taukah anda kalau pendengaran bayi anda telah berkembang sempurna sejak kehamilan ibu masuk usia minggu ke 20?
    Di saat itu telinga bagian dalam nya telah dapat bekerja secara sempurna, untuk itu sangatlah dianjurkan untuk stimulasi kecerdasan sejak dini bahkan sejak dalam kandungan. ya! karena janin telah dapat mendengarkan anda, terutama suara sang ibu..

    Namun ada beberapa janin yang berkondisi telinga yang tidak berkembang dengan sempurna, ini bisa disebabkan berbagai hal misalnya genetik, janin yang punya kodisi kesehatan kurang baik sehingga saat baru lahir diharuskan dirawat selama beberapa lama di unit neonatal, berat badan lahir rendah disertai kelahiran prematur, atau saat masa kehamilan sang ibu menderita infeksi tertentu.

    Memastikan keadaan pendengaran pada bayi ,

    bahkan sejak baru lahir ini penting karena jika terdapat gangguan pendengaran akan menyebabkan gangguan perkembangan bicara dan bahasa yang pastinya akan berdampak pada pekembangan kecerdasan anak buah hati anda.

    Bagaimana caranya?


    Sebelum itu anda harus tau kapan anda patut curiga bayi / anak anda terdapat gangguan pendengaran. Yakni disaat :
    1. Bayi tidak kaget meskipun ada suara keras,
    2. Kurang responsif terhadap suara suara di sekitarnya misalnya suara keras vacum cleaner, klakson mobil, petir dan lain lain
    3. Belum dapat mengoceh (babbling) pada usia 1tahun pertamanya
    4. Responsif terhadap apa yang dilihat tapi kurang responsif terhadap suara misal anak baru memberikan respon saat anak melihat mainan tapi tidak responsif saat mendengar suara mainan tanpa melihatnya
    5. Usia 18 bulan anak tidak dapat mengucapkan 6-8 kata yang berarti
    6. Kemampuan bicara tidak berkembang sesuai usia anak

    Secara Medis , dokter akan melakukan skrining pendengaran (pemeriksaan lengkap) terhadap bayi/anak anda. 


    Skrinning ini sebaiknya dilakukan sejak dini yakni segera setelah bayi baru lahir dengan keadaan yang mempunyai resiko tinggi :
    • Genetik / riwayat keluarga dengan tuli sejak lahir
    • Saat hamil ibu menderita infeksi TORCH (Toksoplasma, Rubella, Cytomegalovirus (CMV) dan Herpes simplex virus II (HSV-II) 
    • Kelainan anatomi kepala 
    • Sindrom yang berhubungan dengan tuli kongenital
    • Berat badan lahir rendah
    • Meningitis bakterialis 
    • Hiperbilirubinemia / bayi kuning patologis
    Lalu,

    Apakah Skrining Pendengaran itu?


    yakni suatu pemeriksaan pendengaran yang bertujuan menemukan gangguan pendengaran sedini mungkin pada bayi baru lahir agar dapat segera dilakukan rehabilitasi pendengaran optimal sehingga dampak negatif cacat pendengaran bayi anda dapat diatasi

    Cara tau Anak Cerdas sejak Dini
    BloggerDokter
    Apa saja Skrinning Pendengaran itu?
    1. OAE : Otoacoustic Emission untuk menilai rumah siput (koklea secara obyektif dengan cara non invasif aman cepat dan akurat
    2. BERA : Brainstem Evoked Response Audiometry untuk menilai respons elektrofisiologis saraf pendengaran sampai batang otak secara obyektif non invasif aman sensitif dan tidak tergantung kondisi pasien

    Nasehat Dokter terkait Pendengaran Bayi :

    Bila anda mendapatkan gejala yang patut anda curigai pada bayi/anak anda segeralah berkonsultasi kepada dokter anda untuk mendapatkan skrinning pendengaran sesegera mungkin, karena gangguan pendengaran akan berdampak negatif untuk perkembangan anak lainnya tertama dalam hal bicara dan bahasanya. Diagnosa sebaiknya ditetapkan sebelum usia 3 bulan pertama.
    Bila terdapat gangguan pendengaran , intervensi sebaiknya dilakukan sebelum usia 6 bulan sehingga saat anak usia 3 tahun dia akan mempunyai kemampuan berbicara mendekati anak normal.

    Sekian..
    Semoga artikel bagaimana Cara Mengetahui Pendengaran sejak Bayi baru dilahirkan untuk mengoptimalkan stimulasi perkembangan kecerdasan anak ini bermanfaat.

    Pertanyaan anda dapat tuliskan di kolom komentar atau langsung hubungi saya via kontak diatas atau

    di link berikut ini Kontak Dokter.

    InsyaAllah saya segera respon, Terimakasih Wassalamualaikum,,,

    Bagikan Artikel ini ke :

    BISMILLAH

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

    Cari di BloggerDokter