Tampilkan postingan dengan label dunia anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dunia anak. Tampilkan semua postingan

Pahamilah Kecerdasan Anak Kita

19.23.00
Kecerdasan anak
Bloggerdokter.com


Kecerdasan bisa dikatagorikan menjadi beberapa teori kecerdasan, yakni :

1. LINGUISTIK

Kecerdasan ini dapat dikaitkan dengan kepekaan bunyi, struktur, makna serta fungsi kata dan bahasa.

Hal ini bisa dikatakan seorang anak dengan kecerdasan linguistik memiliki kemampuan :
- Membaca
- Menulis
- Berdiskusi
- Berargumentasi
- Berdebat

Dengan bekal kemampuan diatas maka seorang anak akan lebih baik kondisinya jika ia menjadi seorang :
* PENULIS
* WARTAWAN
* ORATOR
* AHLI POLITIK
* PENYIAR RADIO
* PRESENTER
* GURU
* PENGACARA

2. MATEMATIS LOGIS

Kecerdasan ini dapat dikaitkan dengan kepekaan pada hal pemahaman pola pola logis atau angka dan mengolah alur pemikiran yang panjang.

Hal ini bisa dikatakan jika seorang anak dengan kecerdasan matematis logis akan memiliki  kemampuan :
- Berhitung
- Menalar
- Berfikir logis
- Memecahkan masalah

Dengan bekal kemampuan diatas maka seorang anak akan lebih baik kondisinya jika ia menjadi seorang :
8 ILMUWAN
8 AHLI MATEMATIKA
8 AHLI FISIKAW
8 PENGACARA
8 PSIKIATER
8 PSIKOLOG
8 AKUNTAN
8 PROGRAMMER

3. SPASIAL VISUAL

Kecerdasan ini dapat dikaitkan dengan kepekaan merasakan dan membayangkan dunia gambar dan ruang secara akurat.

Hal ini bisa dikatakan jika seorang anak dengan kecerdasan spasial visual akan memiliki  kemampuan :
- Menggambar
- Memotret
- Membuat patung
- Merancang

Dengan bekal kemampuan diatas maka seorang anak akan lebih baik kondisinya jika ia menjadi seorang :
^ SENIMAN
^ ARSITEK
^ AHLI STRATEGI
^ PECATUR
^ DESAINER
^ SUTRADARA
^ FOTOGRAFER
^ MONTIR PROFESIONAL

4. KINESTETIS

Kecerdasan ini dapat dikaitkan dengan kepekaan dalam mengontrol gerak tubuh dan kemahiran mengelola objek, respons dan refleks.

Hal ini bisa dikatakan jika seorang anak dengan kecerdasan kinestetis akan memiliki  kemampuan :
- Gerak Motorik
- Keseimbangan

Dengan bekal kemampuan diatas maka seorang anak akan lebih baik kondisinya jika ia menjadi seorang :
# OLAHRAGAWAN
# PENARI
# PEMATUNG
# AKTOR
# DOKTER BEDAH

5. MUSIK

Kecerdasan ini dapat dikaitkan dengan kepekaan dalam menciptakan irama, pola titi nada, warna nada dan apresiasi bentuk bentuk ekspresi emosi musikal.

Hal ini bisa dikatakan jika seorang anak dengan kecerdasan Musik akan memiliki  kemampuan :
- Menciptakan lagu
- Membentuk irama
- Mendengar nada dari sumber bunyi atau alat alat musik

Dengan bekal kemampuan diatas maka seorang anak akan lebih baik kondisinya jika ia menjadi seorang :
$ KOMPOSER
$ PENYANYI
$ PEMAIN MUSIK

6. INTERPERSONAL

Kecerdasan ini dapat dikaitkan dengan kepekaan mencerna dan merespons secara tepat suasana hati, temperamen, motivasi, dan keinginan orang lain.

Hal ini bisa dikatakan jika seorang anak dengan kecerdasan Interpersonal akan memiliki  kemampuan :
- Bergaul dengan orang lain
- Memimpin
- Kepekaan sosial yang tinggi
- Negoisasi
- Bekerja sama
- Memiliki empati tinggi

Dengan bekal kemampuan diatas maka seorang anak akan lebih baik kondisinya jika ia menjadi seorang :
+ KONSELOR
+ POLITIKUS
+ PEMIMPIN
+ MOTIVATOR

7. INTRAPERSONAL

Kecerdasan ini dapat dikaitkan dengan kepekaan dalam memahami perasaan sendiri , membedakan emosi , pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan diri.

Hal ini bisa dikatakan jika seorang anak dengan kecerdasan Intrapersonal akan memiliki  kemampuan :
- Mengenali diri sendiri secara mendalam
- Kemampuan intuitif
- Motivasi diri
- Penyendiri
- Sensitif terhadap nilai diri dan tujuan hidup

Dengan bekal kemampuan diatas maka seorang anak akan lebih baik kondisinya jika ia menjadi seorang :
%  PSIKOTERAPI
%  PEMIMPIN AGAMA
%  PENASEHAT
%  FILSUF

8. NATURALISTIK

Kecerdasan ini dapat dikaitkan dengan kepekaan dalam membedakan anggota spesies, mengenali eksistensi spesies lain, memetakan hubungan antara beberapa spesies baik secara formal maupun nonformal.

Hal ini bisa dikatakan jika seorang anak dengan kecerdasan Naturalistik akan memiliki  kemampuan :
- Meneliti gejala gejala alam
- Mengklasifikasi
- Identifikasi

Dengan bekal kemampuan diatas maka seorang anak akan lebih baik kondisinya jika ia menjadi seorang :
= PENELITI ALAM
= AHLI BIOLOGI
= DOKTER HEWAN
= AKTIVIS PEDULI BINATANG DAN LINGKUNGAN

Delapan kecerdasan yang telah disebutkan diatas adalah merupakan teori kecerdasan yang dikembangkan oleh Howard Gardner, seorang psikolog modern. 

Di tahun 1983 di Harvard University ,  ia mengatakan bahwa setiap anak itu mempunyai kecerdasan. 

Kecerdasan yang berbeda yang tidak terbatas pada satu atau dua kecerdasan. 

Setiap anak beerpotensi memiliki kecerdasan bahasa, angka, gambar, gerak, bergaul, diri dan musik serta cerdas alam. 

Setiap potensi itu akan menjadi potensi bakat anak anak.

Penelitian terbaru, kecerdasan seorang anak dapat diketahui dari kebiasaan atau perilaku yang diulang ulang oleh anak tersebut. 

Dimana perilaku berulang tersebut adalah 
bagaimana anak tersebut terbiasa kreatif dan terbiasa menyelesaikan masalahnya sendiri.

Untuk kesimpulan dari artikel diatas  adalah bahwa
 
    Kita sebagai orang tua janganlah mudah melabeli anak anak kita dengan sesuatu yang bisa kita sesali, karena sejatinya anak anak kita mempunyai kecerdasan yang berbeda beda.

    Pemerintah Indonesia sekarang ini pun mulai mengebangkan sekolah berbasis karakter dan mengenalkan anak kepada "dunia yang sebenarnya" , terbukti secara sederhana dimana sekolah negeri sekarang ini tidak lagi berdasarkan nilai (secara numeris) lagi.

Semoga Bermanfaat


Perkembang biakan Hewan

16.30.00

Pembuahan pada hewan terjadi karena adanya perkawinan hewan jantan dan betina, (kecuali perkembangbiakan dengan membelah diri)


ini adalah proses awal perkembangbiakan pada hewan generatif (pembuahan dengan perkawinan). 
Hasil pembuahan yang terjadi disebut zigot. 
Zigot tumbuh menjadi embrio (janin). 
Embrio inilah kelak menjadi keturunan baru. 

Cara perkembangbiakan hewan ada 4, yaitu :

ovipar, vivipar, ovovivipar, membelah
Sekolah kan Anak

1. Melahirkan (Vivipar)

Contoh hewan VIVIPAR :
Singa, 
kuda, 
kelinci, 
kambing, 
kerbau, 
sapi, 
paus dan 
anjing laut.

2. Bertelur (Ovipar)

Berdasarkan tempat terjadinya pembuahan, hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur dikelompokan menjadi dua jenis, 
yaitu:

1) Hewan bertelur yang pembuahannya terjadi di dalam tubuh hewan betina
 Contohnya: ayam dan burung.

2) Hewan bertelur yang pembuahannya terjadi di luar tubuh betina.
 Contohnya: katak dan ikan.

3. Melahirkan dan Bertelur (Ovovivipar)

Contoh hewan OVOVIVIPAR :
ular, 
ikan hiu, dan 
kadal. 
Pembuahannya terjadi di dalam tubuh hewan betina
Setelah terjadi pembuahan, di dalam tubuh hewan betina akan terbentuk telur. 
Zigot tumbuh menjadi embrio di dalam telur tersebut. 
Proses ini di namakan kehamilan
Setelah embrio tumbuh dengan sempurna di dalam telur, induk mengeluarkannya sebagai keturunan baru. 
Kadang-kadang, anak yang dikeluarkan masih terbungkus dalam cangkang telur.

1) Ciri-ciri hewan bertelur
Hewan bertelur menghasilkan telur terbungkus oleh cangkang telur. 
Sel telur hewan betina bertemu dengan sel kelamin jantan sebelum dibungkus cangkang. 
Telur yang di buahi jika dierami akan menetas menjadi anak
Hewan yang baru keluar dari telur tidak disusui oleh induknya karena hewan betina tidak memiliki kelenjar susu. 
Pada umumnya, hewan yang bertelur tidak memiliki daun telinga.

2) Ciri-ciri hewan beranak
Hewan yang melahirkan juga menghasilkan telur. 
tapi, telur tidak dikeluarkan dari tubuh. 
Telur tetap berada di dalam rahim hewan betina. 
Telur tersebut juga tidak terbungkus oleh cangkang atau kulit yang keras. 
Setelah telur itu dibuahi, telur akan tumbuh menjadi calon bayi dan tumbuh menjadi bayi yang sempurna. 
Selama itu pula hewan betina mengalami masa kehamilan. 
Setelah mencapai umur tertentu dalam kandungan, maka anak hewan dilahirkan. Anak hewan yang baru lahir diberi makan oleh induknya dengan cara menyusui. Hewan yang menyusui anaknya disebut hewan mamalia. 
Hewan mamalia pada umumnya memiliki daun telinga.


4. Membelah Diri

Hewan yang bersel tunggal berkembang biak dengan cara membelah diri, tidak dengan cara kawin. 
Contohnya : 
- amoeba  
Pembelahan pertama kali tejadi pada inti sel, kemudian bagian tubuh lain ikut membelah. 
Pembelahan ini menghasilkan dua sel yang kembar. 
Tiap sel hasil pembelahan menjadi individu baru yang dapat tumbuh dan berkembang biak.  
- bintang laut 
Bila bintang laut dibelah menjadi dua bagian, maka tiap bagian tubuhnya itu dapat tumbuh menjadi individu baru. Cara perkembangbiakan dengan pemisahan bagian tubuh ini dinamakan fragmentasi.


Semoga artikel dari Sekolah kan Anak mengenai Bermacam Cara Hewan Berkembang Biak bermanfaat.

Tumbuh Kembang Anak 4 tahun Perlu diOptimalkan

10.58.00

Usia 4tahun Anak

adalah saat awal dari masuknya waktu / masa anak anak dari masa balita nya.
Anak akan mulai tahap perkembangan yang signifikan.
Berikut ini kemampuan anak usia 4tahun yang bisa kita kembangkan agar lebih Optimal :


perkembangan anak
bloggerdokter.com


1. Rutinitas kebiasaan sehari hari
Anak sudah mampu memahami konsep waktu.
Ia tahu bahwa setelah malam adalah pagi dan setelah hari ini adalah besok.
Dia juga telah dapat memahami rutinitas.

Nasehat Dokter untuk kebiasaan anak secara rutin :

-Mulai biasakan anak disiplin menjalani rutinitasnya.
Misalnya, Bunda bisa mengatakan sesuatu seperti, “Sayang, nanti habis sarapan pukul 7, kita baca buku Halo Balita lagi yuk, setelah itu baru kita jemput kakak jam 9 tepat ya…”

2. Anak mulai suka mandiri
Moment ini adalah saat-saat yang berharga.
Dorong agar kepercayaan dirinya tumbuh dan berikan anak banyak kesempatan untuk mengasah keterampilannya.

Nasehat Dokter agar anak Mandiri :

Untuk urusan kebersihan diri terutama kebersihan gigi anak, sebaiknya bunda tetap
membantu anak untuk menyikat gigi nya karena mereka pasti masih belum bisa melakukannya dengan benar.
Agar kepercayaan dirinya lebih besar beri mereka sedikit bantuan untuk keperluan “kecil”nya. Misalnya saja
- sepatu bertali permudah dengan mengganti sepatu yang tanpa tali,
- celana ber-resleting permudah dulu dengan celana berkaret, dll

Untuk lebih jelasnya simak video berikut ini : Video agar anak Mandiri



3. Motorik anak
Motorik kasar yang harus dilatih pada anak 4tahun adalah :
- Melompat dan berdiri dengan satu kaki hingga dua detik
- Naik turun tangga tanpa dibantu
- Sering menangkap bola yang memantul
- Berjalan maju mundur dengan mudah
- Mengayuh sepeda roda tiga
- Menyalin tanda tambah, segitiga, lingkaran, persegi, dan bentuk-bentuk lainnya
- Menggambar orang dengan tubuh
- Menyusun balok hingga 10 tingkat lebih
- Menuang dan menghancurkan makanannya

Nasehat dokter untuk masa perkembangan motorik :

- Jauhkan segala hal yang berbahaya dari jangkauan anak , karena dalam usia ini anak memiliki rasa penasaran tinggi.
Jadi, pastikan rumah Anda aman dengan menyimpan dalam lemari terkunci :
1. obat-obatan,
2. obat semprot serangga,
3. cairan untuk mengepel lantai, dll,
- Untuk melatih motorik kasar anak, mengembangkan imajinasi dan memperkuat otot-otot kecil mereka , Perbanyak lah kegiatan untuk anak dalam hal :
1. menggambar,
2. memotong,
3. merangkai manik-manik,
4. bermain dengan pasir kinetik atau play dooh dengan bentuk yang bermacam macam
5. menyusun balok dan lego

video permainan motorik anak dengan fun play kinetic sand

Jauhkan segala hal yang berbahaya dari jangkauan anak , karena dalam usia ini anak memiliki rasa penasaran tinggi.
4. Emosi Anak
Meski masih ada tantrum sesekali, namun anak usia 4tahun akan mulai menikmati interaksi dengan anak-anak lain, berbagi mainan atau bergantian memainkannya.
Anak usia ini juga sudah dapat  berbicara lebih banyak, ia dapat mengekspresikan perasaannya secara verbal.
Saat anak tumbuh makin besar, ia juga mulai bisa berempati dan memahami perasaan orang lain dengan lebih baik.

Rincian di bawah ini bisa menjadi

ukuran kemampuan anak 4 tahun bunda :


  • Senang melakukan hal-hal baru
  • Menikmati permainan pura-pura
  • Lebih senang bermain bersama anak lain dibanding bermain sendiri
  • Bekerja sama dengan anak lain
  • Membicarakan kesukaan dan minatnya, mengungkapkan emosi secara lisan
  • Mungkin tidak dapat membedakan antara kenyataan dan imajinasi

Nasehat dokter untuk lebih mengenal kemampuan perkembangan normal :

- Bantu anak mengerti perasaan emosinya dengan cara memberi nama pada perasaannya.
Bunda bisa mengatakan seperti ini , pada saat anak sedang kesal karena mainan direbut oleh temannya , misalnya :
“Bunda tahu kamu marah sekarang sayang, tapi harus bisa tetap bersikap baik ya"
Cobalah berempati dengan perasaan anak tak peduli betapa sepelenya yang ia rasakan.
Ia harus merasa nyaman berbagi perasaannya dengan Anda. Berikan pelukan.
- Beri contoh bagaimana berempati.
Anak-anak melihat, kemudian anak-anak melakukan bahkan akan persis seperti yang mereka lihat. Selain itu, pujilah anak ketika ia menunjukkan perilaku empati.
- Menangis dan tantrum pasti akan terjadi, tetapi tegaslah pada aturan yang telah dibuat. Dengan bersikap tetap atau konsisten , maka anak akan memahami apa yang terjadi dan ini juga bisa mengatur emosinya menjadi lebih baik.
Bantu anak mengerti perasaan emosinya dengan cara memberi nama pada perasaannya. 
5. Kemampuan kognitif dan berbahasa
Untuk kemapuan berbahasa dan kognitif di usia 4 tahun ini anak akan belajar dengan cepat.
Ia akan suka menyanyikan lagu anak-anak dan mendengarkan dongeng, cerita apa saja.

Kadang ia juga sudah bisa mengarang satu dua cerita versinya sendiri.
Anak juga sudah bisa berhitung dan mengidentifikasi bentuk maupun warna benda.
Usia inilah saat yang tepat mendaftarkan anak masuk TK atau mengikuti kelas yang sesuai minatnya. Ia akan menikmati mempelajari hal-hal baru.
Waktu anak kita sekolah maka dia juga akan belajar menghargai aturan aturan dan cara untuk bersosialisasi dengan anak-anak yang lainnya.

Nasehat Dokter untuk optimalkan kemampuan Kognitif anak :

- Perbanyak membacakan buku untuknya.
Karena semakin banyak buku yang dibacakan apalagi melibatkannya dalam pembicaraan, ia akan semakin berlatih dalam menggunakan bahasa.
Jangan lupa tunjuk kata yang Anda bacakan untuknya, dan juga bantulah anak anda untuk berpikir yakni caranya adalah : tanya tentang apa yang terjadi dalam cerita yang telah kita bacakan. Agar menstimulasi ia untuk bercerita dengan versinya sendiri.
- Ajak bernyanyi bersama juga bermain pura-pura dan memainkan sebuah skenario dengan anak adalah cara lain untuk membuatnya memiliki kosakata yang banyak.
- Tunjuk benda yang ada disekitar kita, Untuk mengenalkan sedikit demi sedikit tentang perbandingan seperti besar dan kecil, tinggi dan pendek, jauh dan dekat
- Bocah 4 tahun paling senang dengan kegiatan menyortir.
Ia akan bersemangat jika diajak untuk mengelompokkan benda , berdasarkan warna atau bentuk.
Perbanyak membacakan buku untuknya. 

Konsultasikan kepada dokter kepercayaan mengenai perkembangan anak 4 tahun anda, 

JIKA :
-Anak Tidak bisa melompat di tempat.
-Bicara masih tidak jelas.
-Anak Tidak bisa mengikuti perintah dalam tiga tahap.
-Tidak bisa memegang pensil di antara jempol dan jari
-Tidak tertarik pada permainan pura-pura.
-Cuek atau bahkan apatis , mengabaikan anak lain / tidak merespon terhadap kehadiran orang-orang di sekitarnya.
-Tiba tiba kehilangan kemampuan yang pernah ia miliki.

Semoga membawa Manfaat

Parenting ISLAM : Waspada dengan Kata Ganti "JANGAN" pada Anak

10.17.00

 Waspada pada Kata Ganti "JANGAN" pada Anak

Parenting Islam.

Ini penting sekali diketahui dan di lakukan oleh setiap orang tua dan pengasuh di sekitar anak anak kita, kenapa? Karena secara tidak sadar kita diarahkan pada mendidik anak dengan memberikan pilihan rasa nyaman untuk mereka. Ini sangat berbeda dengan arti kata "Jangan" yang sebenarnya mempunyai makna yang jelas dan mudah dimengerti anak di usia mulai 2tahun keatas.

Berikut beberapa contoh kata ganti jangan yang digembar gemborkan :

- Bermainlah Bersama Saja TIDAK SAMA DENGAN Jangan bertengkar

- Coba sambil bergantian  TIDAK SAMA DENGAN Jangan berebut

- Menjauhlah dari Api TIDAK SAMA DENGAN  Jangan dekat api

Dan masih banyak lagi , yang pada intinya mengganti kata jangan dengan sebuah "anjuran". Padahal jelas anjuran tidak sama dengan larangan, dimana jelas pada arti kata jangan sebagai sebuah larangan yang tidak bisa digantikan.

Salah seorang pendidik pernah berkata,

"Pintu terbesar yang paling mudah dimasuki oleh Orang lain yang berniat Jahat adalah dunia psikologi dan dunia pendidikan".

Karena itulah,
Kita sebagai orang tua harus dapat mengetahui Mode Parenting yang diajarkan, Jangan langsung ditelan mentah mentah dan diaplikasikan kepada anak anak kita. Kita wajib  mengkroscek dengan tuntunan Agama kita, Islam dengan AlQuran dan Sunnah Hadistnya.

Bukankah Terasa mengganjal di benak kita, tentang larangan menggunakan kata jangan ini?
Kenapa?

karena bertentangan dengan fitrah manusia apabila dalam kondisi panik dan terjepit akan mengucapkan kata 'jangan'.


Misalnya :
kita kawatirkan anak kita akan jatuh ke dalam lubang karena teralu dekat bermain disekitaran lubang tersebut, tak mungkin dalam waktu yang sepersekian detik akan mengatakan "ayo lebih baik main disini". Tentu anak kecil tak mengerti makna itu' dan tentu parahnya anak mungkin tak sempat berhenti dan jatuh lah ia ke dalam lubang.
Berbeda jika kita secara refleks katakan pada anak kita "jangan kesana! nanti jatuh, berbahaya Nak!..." Sang anak akan kaget dan akan dengan cepat menghentikan langkahnya.

Masih ingat degan Luqman Al-Hakim?

Dalam Al Quran ada surat Luqman ayat 12 sampai 19.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Bismillahirrohmanirrohim~
وَلَقَدْ اٰتَيْنَا لُقْمٰنَ الْحِكْمَةَ اَنِ اشْكُرْ لِلّٰهِ‌ۗ وَمَنْ يَّشْكُرْ فَاِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهٖ‌ۚ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِىٌّ حَمِيْدٌ
Ayat 12 : Dan sungguh, telah Kami berikan hikmah kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah! Dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya, Maha Terpuji

وَاِذْ قَالَ لُقْمٰنُ لِا بْنِهٖ وَهُوَ يَعِظُهٗ يٰبُنَىَّ لَا تُشْرِكْ بِاللّٰهِ ۗ اِنَّ الشِّرْكَ لَـظُلْمٌ عَظِيْمٌ
Ayat 13 : Dan ingatlah ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.”

وَوَصَّيْنَا الْاِنْسٰنَ بِوَالِدَيْهِ‌ۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصٰلُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِـوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ
Ayat 14 : Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu.

وَاِنْ جَاهَدٰكَ عَلٰى اَنْ تُشْرِكَ بِيْ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا‌ وَصَاحِبْهُمَا فِى الدُّنْيَا مَعْرُوْفًا‌ۖ وَّاتَّبِعْ سَبِيْلَ مَنْ اَنَابَ اِلَيَّ ‌ۚ ثُمَّ اِلَيَّمَرْجِعُكُمْ فَاُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
Ayat 15 : Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Ku lah kembalimu, maka kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

يٰبُنَيَّ اِنَّهَاۤ اِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِيْ صَخْرَةٍ اَوْ فِى السَّمٰوٰتِ اَوْ فِى الْاَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللّٰهُ ‌ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَطِيْفٌ خَبِيْرٌ
Ayat 16 : (Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.

يٰبُنَيَّ اَقِمِ الصَّلٰوةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوْفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلٰى مَاۤ اَصَابَكَ‌ۗ اِنَّ ذٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْاُمُوْرِ‌
Ayat 17 : Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى الْاَرْضِ مَرَحًا ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍۚ
Ayat 18 : Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.

وَاقْصِدْ فِيْ مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ‌ۗ اِنَّ اَنْكَرَ الْاَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيْرِ
Ayat 19 : Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.

Waspada dengan kata 'Jangan' pada anak
BloggerDokter


Inilah sebenarnya bentuk tindakan preventif Wajib yang ada dalam al-Qur'an. 

Sampai pada ayat 19, ada 4 kata “ laa ” (jangan) yang dilontarkan oleh Luqman kepada anaknya, yaitu 

1. “laa tusyrik billah”, 

2. “fa laa tuthi’humaa”, 

3. “Wa laa tusha’ir khaddaka linnaasi”, dan 

4. “wa laa tamsyi fil ardli maraha”.

Luqman tidak perlu mengganti kata “jangan menyekutukan Allah” dengan (misalnya) “Esakanlah Allah”.




Kesimpulan yang bisa saya ambil dari kontroversi parenting ini adalah :

  • Berkata lah kepada anak dengan kata “jangan” secara tepat. 

Tentu saja kata “jangan” masih perlu dipakai apabila memang menyangkut perilaku anak yang serius. Apabila memang diperlukan katakan dengan tegas, tapi tidak dengan bentakan. 
Misalnya, “Jangan menarik ekor kucing, kasihan kucingnya kesakitan.” 

  • Berikan pujian apabila ia merespon larangan Anda, 

misalnya dengan senyum atau pelukan, “Mama senang, ternyata kamu mau mendengarkan Mama.”

    • Berikan perintah pilihan kata ganti jangan jika memang menyangkut perilaku anak yang tidak serius (memang ada pilihan)

    Kurang lebihnya artikel in mohon dimaafkan ya.. 
    saya hanyalah seorang yang belajar dan mengkoreksi diri sendiri untuk seterusnya demi buah hati kita. Semoga buah hati kita dapat tumbuh menjadi pribadi pribadi yang kita harapkan. 
    aamiin

    Semoga bermanfaat
    Pertanyaan anda dapat tuliskan di kolom komentar atau langsung hubungi saya via kontak diatas atau
    di link berikut ini Kontak Dokter.
    InsyaAllah saya segera respon, Terimakasih Wassalamualaikum,,,






    Cara Membuat Anak Patuh dan Disiplin sesuai Usia

    11.56.00


    Anak Patuh dan Disiplin Sesuai Usia

    adalah bukan hal yang mudah dan membutuhkan waktu alias berproses.

    Namun yang paling penting disini adalah kapan dan bagaimana anak kita akan siap menerima aturan kedisiplinan dari orang tuanya.

    Baru baru ini anak ketiga saya di usianya
     yang 3 bulan lagi menginjak 4tahun mulai sering membuat saya sebagai ibunya geram dengan tingkah lakunya, dia sering mogok makan, suka lempar lempar barang yang ada di hadapannya karena merasa bosan atau menangis jika tidak bisa mendapatkan keinginannya, cenderung membantah terhadap semua yang saya katakan, dimana semua hal berdasarkan kata dia "pokoknya!".

    Selama keinginan nya aman dan baik untuk perkembangan dan kesehatan lahir batinnya,
    saya ataupun anda semua selaku orangtua apalagi ibu nya anak anak pastilah akan meluluskan nya. Namun jika tidak?

    Berikut tips nya, Cara Membuat anak patuh dan disiplin sesuai usianya, dan ini telah saya buktikan keberhasilannya.

    Sesuai dengan Usia , cara yang dibutuhkan untuk membuat anak disiplin pun juga berbeda :

    8bulan (sebelum bayi bisa merangkak)

    Menurut beberapa ahli,
    - menentukan batasan,
    - mengajarkan berperilaku baik, dan
    - mengurangi yang buruk
    tiga hal diatas dapat dimulai dari bayi.

    “Ada beberapa hal yang bahkan bayi pun harus belajar untuk tidak melakukannya,
    misalnya saja menarik rambut Anda,” tutur Judith Myers-Walls, PhD, wakil profesor dari studi perkembangan anak dan keluarga di Purdue.

    Karena bahasa, ingatan dan perhatian bayi terbatas,
    cara terbaik untuk mendisiplinkannya adalah dengan mengendalikan perilaku, bukan mengajarkannya langsung.

    2 cara yang paling efektif untuk usia ini adalah :
    1. Alihkan (bantu ia pindah dari aktivitas yang tidak baik ke yang lebih baik
    2.  Jangan pedulikan dia.

    Contoh :
    ketika bayi 4 bulan Anda senang menarik-narik rambut Anda, pindahkan tangannya dengan lembut, berikan ciuman, dan alihkan pada sesuatu yang lebih menyenangkan sesuai  mainan lainnya ganti dengan menarik narik tali yang mengikat balon misalnya.
    Seperti yang ada di video berikut ini Video Cara Disiplinkan Anak dengan Bermain

    Anda pasti tak ingin membiarkan perilaku tidak baik diteruskan,
    seperti ketika bayi 7 bulan Anda dengan bahagianya melempar biskuit oreo dari kursi makannya.

    Sangat penting untuk mengingat bahwa anak-anak yang masih sangat kecil benar-benar tidak tahu.
    Ia hanya belajar untuk mengendalikan tangan-tangannya dan mulai mengerti apa itu konsep sebab dan akibat.
    Perilaku ini memang mengganggu, namun penting untuk tidak marah atau bereaksi berlebihan terhadapnya apalagi di masa usia <8bulan.

    Faktanya, studi menemukan bahwa 39 persen orangtua berpikir bayi sedang menggoda mereka ketika terus-terusan mengganti saluran televisi menggunakan remote.
    Yang terbaik yang dapat Anda lakukan adalah berusaha untuk tetap tenang dan terus melakukan apa yang sedang Anda lakukan (tidak peduli, dengan catatan apa yang dilakukan bayi tidak berbahaya untuk nya dan orang lain disekelilingnya).

    Usia 8bulan - 1 tahun pertama

    8 bulan,
    saat bayi mulai merangkak,
    Saat ini lah sebenarnya waktu yang tepat Anda memulai menentukan batasan,
    dengan cara sesuai usianya tentunya.
    Karena, di usia ini anak hanya ingin bereksplorasi (ia sama sekali tidak memiliki konsep apa yang baik ia lakukan, dan apa yang tidak).

    Jadi pembatasan yang kita lakukan adalah dengan cara menghilangkan atau menjauhkan benda benda yang kita tidak ingin buah hati menyentuh nya demi keselamatan sang anak.

    Para ahli mengatakan ini cara terbaik untuk membantu bayi agar tidak celaka dan mudah untuk mengikuti aturan.
    Kebanyakan dari kita berkata ‘tidak’ saat melihat bayi melakukan hal-hal yang tidak kita inginkan.
    Sayangnya kata tersebut bukanlah metode pendisiplinan yang sesuai dengan rentang usia 8bulan-1tahun ini.
    Karena mereka tidak mampu membedakan nada suara misalnya, antara ‘tidak’ dengan “I love you,” artinya sang anak tidak akan dapat memiliki kontrol diri untuk menuruti perintah Anda dengan cara berkata kata.


    Gunakanlah cara lain untuk mengajarkan bayi bahwa ada hal-hal yang tak dapat dilakukan.
    Yakni 
    - mengganti nada atau intonasi suara dengan kata kata yang sama dan menyenangkan di tiap kali anak usia ini akan melakukan sesuatu yang kita larang.




    Ini contohnya :
    Seorang ibu katakanlah bernama Erieka berkata “Mulai usia 8-9 bulan, tiap kali putri saya Aisah mendekat ke stop kontak, saya langsung berkata 'Wowowow' dalam nada suara tegas namun menyenangkan hingga membuatnya berhenti dan menatap saya,” jelas Erieka. 

    “Saya terus melakukannya, sehingga setelah sementara waktu setiap kali ia mendekati stop kontak, ia akan menunjuk dan berkata 'wowowow' pada saya.

    Usia 1tahun-2tahun pertama

    Pada usia ini, keahlian anak untuk berkomunikasi meningkat.

    Sehingga Anda dapat mulai menggunakan kata-kata bijaksana untuk situasi yang sangat serius.
    Namun, harus diperhatikan bahwa pemakaian kata yang terlalu banyak tidak berguna.
    Anda pun mulai dapat menjelaskan aturan-aturan dasar seperti, tidak boleh menarik ekor kucing.

    Keahlian fisik anak pun saat ini pun dalam keadaan yang prima untuk bermain.
    Apalagi ketika ia mulai bisa berjalan, ia akan senang dengan kemampuannya yang baru ini.

    Usia ini juga adalah saat anak usia masa tantrum.
    Bila terjadi, cepatlah merespon tantrumnya, namun hal ini merupakan bagian dari pertumbuhan dan bukan untuk didisiplinkan secara keras seperti melarang sesuatu untuknya atau menyuruhnya diam di kamar.

    Ketika tantrum datang, “kenali dengan baik anak Anda”.

    Beberapa anak dengan mudah ditenangkan saat dialihkan, namun anak lainnya bisa jadi membutuhkan pelukan.

    Namun bila tantrum berlangsung lama, pindahkan anak dari situasi yang terjadi dan dengan lembut jelaskan apa yang terjadi (“kita nggak bisa di toko terus kalau kamu nggak bisa berhenti teriak”) sampai ia tenang.

    Pengalaman saya saat menghadapi masa tantrum anak ketiga saya adalah menenangkannya dengan cara membawanya pergi dari situasi yang membuat nya tidak nyaman dan memberikan pelukan, cara seperti ini sering membuahkan hasil.

    Rasa frustasi anak saat tak mampu mengkomunikasikan keinginannya secara efektif berujung pada pukulan dan gigitan.
    Disiplinkan anak Anda saat hal itu terjadi dengan memberitahunya segera apa yang tidak boleh dilakukan, tentu tetap dengan suara lembut ya..

    Pengalaman saya saat memberikan arahan kepada anak yang sedang kondisi tantrum,
    terkadang mood saya kurang baik sehingga suara yang keluar tidak bisa lembut...
    untuk ini lah dibutuhkan orang ketiga misalnya sang ayah , atau keluarga yang lain disekitar sang anak.
    Jika terpaksa tidak ada orang lain yang membantu anda, anda dapat menenangkan diri terlebih dulu dengan berdiam diri sesaat kemudian tarik nafas panjang..
    pikirkanlah :
    “semua ini karena Allah, Istighfar dan baca Bismillah..

    Setelah memberi arahan secara lisan, Arahkan langsung pada aktivitas yang baik. 
    Misalnya saja, 
    jika anak memukul Anda karena ia harus berhenti bermain sementara popoknya harus diganti, katakan “Tidak pukul, sakit!” 
    Sambil pegang tanggan nya untuk memberhentikan dan berikan ia mainan sehingga perhatiannya teralihkan saat popoknya diganti.
    Saat anak berusia 2 tahun ada 2 program yang sering diikuti, yaitu 
    • playgroup atau 
    • play dates. 
    Program tersebut sangat membantu mengembangkan keahlian sosialisasi anak, sekaligus menciptakan masalah disiplin yang baru.
    Berbagi mainan, waktu, bahkan perhatian sangat sulit dilakukan oleh anak usia ini.
    Yang lebih rumit lagi bahwa orang tua lain (dan tentunya anak lain) bisa jadi mengambil mainan yang kebetulan adalah milik Anda.
    Ingatlah bahwa balita mengerti perintah-perintah sederhana, empati, serta sebab dan akibat. 
    Anda pun kini leluasa untuk menerapkan konsep disiplin. 
    Jika anak Anda merebut krayon dari temannya, misalnya, Anda bisa berkata, 
    “Mainan tidak direbut. Kalau krayonnya diambil, nanti Billy sedih,” 
    lalu berilah krayon yang mirip untuk anak Anda.

    Usia 2tahun-3tahun


    Kunci keberhasilan dalam mendisiplinkan batita dan balita adalah 
    membuat segala sesuatunya tampak sederhana. 

    Menurut studi Psikologi Anak di New York, 
    Ibu yang memberikan pemahaman panjang tidak akan sesukses Ibu yang menggunakan perintah-perintah langsung dan sederhana.

    Pengalaman saya “Begitu Anak saya berusia 2,5 tahun, saya mulai memberikan penjelasan yang panjang saat melarang dia melakukan sesuatu. Namun saya sadar, dia tidak begitu mengerti. 
    Ketika ia ingin es krim sebelum makan malam, saya tinggal bilang “Tidak sekarang!”.
    Anak-anak di Usia ini siap untuk diberi disiplin time out.

    Caranya adalah sebagai berikut :
    Ketika anak berperilaku buruk, minta ia duduk di kursi atau di dalam kamarnya sampai ia tenang.

    Setiap menit mewakili umurnya (misalnya, anak yang berusia 3 tahun mendapatkan time out selama 3 menit).

    Ia boleh bangkit ketika Anda bilang time out sudah selesai.
    Namun begitu, karena setiap anak berbeda, sebuah cara mendisiplinkan anak yang satu dengan yang lain belum tentu cocok.
    Tapi semakin sering berlatih, semakin anak Anda mengerti batasan-batasan.
    Semua orang pun senang. 

    Persis seperti yang saya alami..

    Baik Semoga Bermanfaat
    Adakah pengalaman anda menghadapi anak - anak yang membantah saat kita berusaha mendisiplinkannya, ayah bunda?
    Share yaaa pengalamannya...
    Pertanyaan atau sharing anda dapat tuliskan di kolom komentar atau langsung hubungi saya via kontak diatas atau
    di link berikut ini Kontak Dokter.

    InsyaAllah saya segera respon, Terimakasih Wassalamualaikum,,,

    Tips menanamkan rasa hormat pada anak #rukun kakak adik 1

    15.48.00
    Sebagai orang tua dengan tanggung jawab anak-anak kita wajib mengetahui bagaimana cara menciptakan hubungan yang rukun antara kakak dan adiknya, terutama jika usia mereka terpaut dekat. Berikut akan saya paparkan salah satu tips beserta contoh nyata kejadian yang bisa terjadi dalam sehari-hari dan bisa langsung diterapkan.

    Tips keteladanan dan panutan anak
    Ciptakan suasana saling menghormati dengan menjadi model panutan dalam berperilaku.

    Perilaku hormat terhadap anak.
    Mulailah dengan bicara yang positif.
    Bisa dibandingkan contoh berikut :
              Pendekatan ibu A dengan rasa takut dan ibu B dengan rasa hormat pada anak   
    • Secara tiba-tiba di suatu sore di pusat perbelanjaan yang ramai si anak melepaskan genggaman tangan ibunya, reaksi ibu A "jangan dilepas! kalau kamu hilang baru tau rasa ya!" , reaksi ibu B " nak, pegang tangan ibu ya, ramai sekali disini, kalau kamu sampai hilang ibu akan sedih dan ibu tidak mau kamu ketakutan kalau tidak menemukan ibu"
    • Di rumah temannya, si anak secara tidak sengaja menumpahkan minuman yang telah disuguhkan, reaksi ibu A "maaf ya, dia ini anak yang ceroboh, selalu saja begini" (sambil sibuk mencari lap untuk membersihkan tumpahan tersebut). reaksi ibu B "maaf ya, nak.. kamu bisa membersihkannya bukan? ini ibu ambilkan lap pembersihnya" (sambil mengawasi si anak membersihkan tumpahan dengan sesekali membantu karena si anak juga masih belajar).
    Contoh yang lain :
    Dalam keadaan lelah, reaksi ibu A melihat mainan berantakan di tempat tidurnya " kamu ini selalu aja membuat ibu marah dan kesal, mainan selalu saja berantakan!!" (sambil membereskan mainan si anak dengan bersungut), reaksi ibu B yang menyadari dirinya mulai kesal melihat mainan berantakan si anak, menghirup nafas dalam dan mencoba menahan emosi sambil menegur anaknya dengan tegas tanpa bentakan " nak, ibu kesal dengan mainan yang ada di tempat tidur ibu, ibu mau istirahat jadi terganggu, minta tolong bantu ibu  memindahkan di tempat mainanmu sendiri ya" Esok harinya, anak ibu A mendapati adiknya bermain mainan miliknya, dan langsung membentak " adik!itu mainanku!kembalikan!" (dia meniru sikap ibunya. sedang anak ibu B menarik nafas dalam dan berkata "aku coba tidak marah! tolong kembalikan mainan kakak ya..adikku"


    PanargaAkma

    Kesimpulan yang bisa diambil adalah anak usia dini dan penuh kepekaan dalam meniru, kita sebagai orangtua harus bisa menguasai diri untuk memilih sikap positif dan apresiatif daripada sikap agresif yang emosional.

    Tips yang lain yang bisa dilakukan selain secara terus menerus kita memberikan contoh sikap positif adalah dengan cara mengkomunikasikan kepada anak - anak bagaimana seharusnya mereka berperilaku, dan harapan - harapan kita sebagai orang tua, terutama untuk sang kakak karena dia adalah panutan adiknya.

    Semoga bermanfaat...😘👦🏻👦🏻😘
    SHARE (BAGIKAN)

    Bagikan Artikel ini ke :

    BISMILLAH

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

    Cari di BloggerDokter