Tampilkan postingan dengan label tips kesehatan rohani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips kesehatan rohani. Tampilkan semua postingan

Perbedaan Kafir Dengan Muslim Sesuai Lauh Mahfudz

09.00.00

Allah swt menaruhmu di tempatmu sekarang bukan karena kebetulan...

Perbedaan Kafir Dengan Muslim Sesuai Lauh Mahfudz

Karena, semua hal telah diatur secara tertulis di LAUH MAHFUZ 

sesuai dengan firmanNYA  yang tersebut di dalam AlQuran sebanyak 16 kali
  1. Al Burûuj 85 : 22 “Sesungguhnya orang-orang kafir selalu mendustakan, Padahal Allah mengepung mereka dari belakang mereka Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al Qur'an yang mulia, Yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuz”.  
  2. Al Anbiyâa' 21: 105 “Mereka tidak disusahkan oleh kedahsyatan yang besar (pada hari kiamat), dan mereka disambut oleh para malaikat. (Malaikat berkata): "Inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu". (Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran - lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai panciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya. Dan sungguh telah Kami tulis didalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuz, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hambaKu yang saleh”.
  3. Yâasiin/36: 12 “Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuz)”. 
  4. Al An'am/6: 59 “Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuz)”   
  5. Yunus/10: 61 “Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Qur'an dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuz)”.   
  6. Hûud, 11: 6 “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuz)”.   
  7. Al Naml, 27: 75 “Tiada sesuatupun yang ghaib di langit dan di bumi, melainkan (terdapat) dalam kitab yang nyata (Lauhul Mahfuz)”.   
  8. Sabâ', 34: 3 “Dan orang-orang yang kafir berkata: "Hari berbangkit itu tidak akan datang kepada kami". Katakanlah: "Pasti datang, demi Tuhanku Yang Mengetahui yang ghaib, sesungguhnya kiamat itu pasti akan datang kepadamu. Tidak ada tersembunyi daripada-Nya sebesar zarrahpun yang ada di langit dan yang ada di bumi dan tidak ada (pula) yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz)
  9.  Al Wâqi'ah, 56: 78 “Sesungguhnya Al-Quraan ini adalah bacaan yang sangat mulia, Pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuz)
  10. Ar Ra'd, 13: 39 “Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh mahfuz). 
  11.  Zukhrûf, 43: 3 Demi Kitab (Al Qur'an) yang menerangkan. Sesungguhnya Kami menjadikan Al Qur'an dalam bahasa Arab supaya kamu memahami(nya). Dan sesungguhnya Al Qur'an itu dalam induk Al Kitab (Lauh Mahfuz) di sisi Kami, adalah benar-benar tinggi (nilainya) dan amat banyak mengandung hikmah”.   
  12. Al A'râaf, 7: 37 “Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Orang-orang itu akan memperoleh bahagian yang telah ditentukan untuknya dalam Kitab (Lauh Mahfuz); hingga bila datang kepada mereka utusan-utusan Kami (malaikat) untuk mengambil nyawanya, (di waktu itu) utusan Kami bertanya: "Di mana (berhala-berhala) yang biasa kamu sembah selain Allah?" Orang-orang musyrik itu menjawab: "Berhala-berhala itu semuanya telah lenyap dari kami," dan mereka mengakui terhadap diri mereka bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir”.   
  13. Al Isrâ, 17: 58 “Tak ada suatu negeripun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuzh)”.   
  14. Al Hajj, 22: 70 “Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi?; bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuz). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah”.   
  15. Faathîr, 35: 11 “Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan me- lainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuz). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah”.   
  16. Al Hadîd, 57: 22 “Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah”.

Itulah rangkuman 16 ayat yang menunjukkan adanya Kitab Lauh Mahfuz.


Ada puisi yang dituliskan seperti ini :


Jika semua yang kita kehendaki terus kita miliki

darimana kita belajar ikhlas
Jika semua yang kita impikan segera terwujud,
darimana kita belajar sabar
Jika setiap doa kita terus dikabulkan
bagaimana kita belajar berikhtiar



Seseorang yang dekat dengan Allah swt

bukan berarti tidak ada air mata
Seseorang yang taat kepada Allah swt
bukan berarti tidak ada kekurangan
Seseorang yang tekun berdoa
bukan berarti tidak ada masa sulit

Biarlah Allah swt yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita karena Allah tau yang tepat untuk memberikan yang terbaik.

Yang pasti segala kebaikan yang telah dilakukan akan terbalaskan meski kebaikan tersebut hanya sebesar biji zarrah, dan kebaikan kebaikan yang dikumpulkan seorang mukmin tidak selalu serta merta akan dibalas ketika di dunia, namun akan pasti terbalaskan saat kita di akhirat kelak... 

Inilah perbedaan antara muslim dan kafir. 

Kafir, apapun agamanya selain Islam, maka kebaikan kebaikan mereka selama di dunia akan dibalas Allah swt Yang Maha Adil dan Maha Sempurna segera saat di dunia ini saat semasa hidupnya, dan kematian (cara matinya dapat dengan mulia sesuai kebaikan kebaikan yang dilakukannya ketika hidup).
Maka... Jangan pernah LELAH berbuat BAIK.


Ketika kerjamu tidak dihargai

maka saat itu kamu sedang belajar tentang keikhlasan
Ketika usahamu dinilai tidak penting
maka saat itu kamu sedang belajar kesabaran
Ketika hatimu terluka sangat dalam
maka saat itu kamu belajar tentang memaafkan
Ketika kamu lelah dan merasa kecewa
maka saat itu kamu sedang belajar tentang kesungguhan
Ketika kamu merasa sepi dan sendiri
maka saat itu kamu sedang belajar tentang ketangguhan


Tetap SEMANGAT

Jaga KEIKHLASAN

Tetap SABAR

Tetap TERSENYUM

Perbedaan Kafir Dengan Muslim Sesuai Lauh Mahfudz


Perbedaan Kafir Dengan Muslim Sesuai Lauh Mahfudz
BloggerDokter



Bagi saya pribadi mungkin bisa menyimpulkan,, 
Allah swt sudah menentukan manusia itu dengan sifat naluri kebaikan dan kejahatan dalam dirinya, dan dibebaskan untuk memilih sifat mana yang akan dikembangkan dengan berbekal petunjuk dari buku petunjukNya yang tertera di alkitab2... Taurat, zabur, injil dan juga Alquran... 

Dengan pilihan-pilihan hidup yang bisa dengan bebas manusia tentukan sendiri 

maka di dalam lauh mahfudz sudah terdapat takdir di tiap manusia 

dimana ada pasangan-pasangan yaitu pilihan dan masa depan,,, ini mungkin seperti plan a, plan b, plan c dan mungkin bisa sampai plan z,,,,, who knows??? Hanya Allah yang tau... 
Kita sebagai manusia lah yang harus bisa memilih dengan selalu meminta petunjukNya yang terbaik.... 
Just simple isn'it??  Hahahaaa susah yaaaaaa,,, ngomongnya aja gampanggg,,, tapiii setidaknya kita wajib berusaha alias ikhtiar dan selalu berdoa....
Menebar segala kebaikan, minimal dengan tulisan seperti ini. 

Perbedaan Kafir Dengan Muslim Sesuai Lauh Mahfudz

Semoga bermanfaat
Cara atasi istri yang sering meminta uang _Suami wajib tau!

Cara atasi istri yang sering meminta uang _Suami wajib tau!

16.30.00
Istri yang sering minta uang suami ?
Haloo para suami itu adalah hal yang wajar yaa
artinya memang menurut Islam, salah satu tugas suami adalah mencari nafkah dan tugas istri minta uang dari nafkah sang suami tesebut. Panutan Al Quran untuk hal diatas adalah di surat ke 4 ayat 34 dan Al Baqarah ayat 233

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ ۚ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ ۚ وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا


"Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar". (An Nisaa ayat 34)

وَعَلَى ٱلۡمَوۡلُودِ لَهُۥ رِزۡقُهُنَّ وَكِسۡوَتُهُنَّ بِٱلۡمَعۡرُوفِۚ
“Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf.” (al-Baqarah: 233)

Dalil dalam hadits pun menyatakan :
أَنْ تُطْعِمَهَا إِذَا طَعِمْتَ وَتَكْسُوَهَا إِذَا اكْتَسَيْتَ، وَلاَ تَضْرِبِ الْوَجْهَ، وَلاَ تُقَبِّحْ وَلاَ تَهْجُرْ إِلاَّ فِي الْبَيْتِ

“Engkau beri makan istrimu bila engkau makan, dan engkau beri pakaian bila engkau berpakaian. Jangan engkau pukul wajahnya, jangan engkau jelekkan[1], dan jangan engkau boikot kecuali di dalam rumah.” (HR. Abu Dawud no.1830 dan Ibnu Majah no. 1840. Dinyatakan hasan oleh asy-Syaikh Muqbil dalam ash-Shahihul Musnad, 2/202)

إِذَا أَنْفَقَ الْمُسْلِمُ نَفَقَةً عَلَى أَهْلِهِ وَهُوَ يَحْتَسِبُهَا [3]كَانَتْ لَهُ صَدَقَةٌ

“Apabila seorang muslim memberi nafkah kepada keluarganya dan dia mengharapkan pahala dengannya maka nafkah tadi teranggap sebagai sedekahnya.” (HR. al-Bukhari no. 55, 4006, 5351 dan Muslim no. 1002)

أَلاَ وَاسْتَوْصُوْا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا، فَإِنَّمَا هُنَّ عَوَانٌ عِنْدَكُمْ، لَيْسَ تَمْلِكُوْنَ مِنْهُنَّ شَيْئًا غَيْرَ ذَلِكَ إِلاَّ أَنْ يَأْتِيْنَ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ، فَإِنْ فَعَلْنَ فَاهْجُرُوْهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوْهُنَّ ضَرْبًا غَيْرَ مُبَرِّحٍ. فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلاَ تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيْلاً، أَلاَ إِنَ لَكُمْ عَلَى نِسَائكِمُ حَقًّا وَلِنِسَائِكُمْ عَلَيْكُمْ حَقًّا، فَحَقُّكُمْ عَلَيْهِنَّ أَنْ لاَ يُوْطِئْنَ فُرُشَكُمْ مَنْ تَكْرَهُوْنَ وَلاَ يَأْذَنَّ فِي بُيُوْتِكُمْ لِمَنْ تَكْرَهُوْنَ، أَلاَ وَحَقُّهُنَّ عَلَيْكُمْ أَنْ تُحْسِنُوْا إِلَيْهِنَّ فيِ كِسْوَتهِنَّ وَطَعَامِهِنَّ

“Ketahuilah, berwasiatlah tentang kebaikan terhadap para wanita (para istri)[2] karena mereka hanyalah tawanan di sisi (di tangan) kalian, kalian tidak menguasai dari mereka sedikit pun kecuali hanya itu, terkecuali bila mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Bila mereka melakukan hal itu, boikotlah mereka di tempat tidurnya dan pukullah mereka dengan pukulan yang tidak meninggalkan bekas. Namun bila mereka menaati kalian, tidak ada jalan bagi kalian untuk menyakiti mereka.

Ketahuilah, kalian memiliki hak terhadap istri-istri kalian dan mereka pun memiliki hak terhadap kalian. Hak kalian terhadap mereka adalah mereka tidak boleh membiarkan seorang yang kalian benci untuk menginjak permadani kalian dan mereka tidak boleh mengizinkan orang yang kalian benci untuk masuk ke rumah kalian. Sedangkan hak mereka terhadap kalian adalah kalian berbuat baik terhadap mereka dalam hal pakaian dan makanan mereka.” (HR. Tirmidzi no. 1173 dan Ibnu Majah no. 1841, dinyatakan hasan oleh asy-Syaikh al-Albani dalam Irwa’ul Ghalil no. 2030)

وَمَهْمَا أَنْفَقْتَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ حَتَّى الْلُقْمَةَ فِي فِي امْرَأَتِك

“Apa pun yang engkau nafkahkan maka itu teranggap sebagai sedekah bagimu sampaipun suapan yang engkau berikan ke mulut istrimu.” (HR. al-Bukhari no. 5354 dan Muslim no. 1628)

دِيْنَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِي سَبِيْلِ اللهِ وَدِيْنَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِي رَقَبَةٍ وَدِيْنَارٌ تَصَدَّقْتَ بِهِ عَلَى مِسْكِيْنٍ وَدِيْنَارٌ أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ، أَعْظَمُهَا أَجْرًا الَّذِي أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ

“Satu dinar yang engkau belanjakan di jalan Allah subhanahu wa ta’ala, satu dinar yang engkau keluarkan untuk membebaskan budak, satu dinar yang engkau sedekahkan kepada seorang miskin dan satu dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu, maka yang paling besar pahalanya dari semua nafkah tersebut adalah satu dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu.” (HR. Muslim no. 995)

لِيُنفِقۡ ذُو سَعَةٖ مِّن سَعَتِهِۦۖ وَمَن قُدِرَ عَلَيۡهِ رِزۡقُهُۥ فَلۡيُنفِقۡ مِمَّآ ءَاتَىٰهُ ٱللَّهُۚ لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفۡسًا إِلَّا مَآ ءَاتَىٰهَاۚ سَيَجۡعَلُ ٱللَّهُ بَعۡدَ عُسۡرٖ يُسۡرٗا ٧
“Orang yang mampu hendaknya memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekadar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan setelah kesempitan yang ada.” (ath-Thalaq: 7)

وَمَآ أَنفَقۡتُم مِّن شَيۡءٖ فَهُوَ يُخۡلِفُهُۥۖ وَهُوَ خَيۡرُ ٱلرَّٰزِقِينَ
“Dan apa saja yang kalian nafkahkan maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (Saba: 39)

Namun juga  meskipun dalam hukum Islam mengenai nafkah wajib sumi untuk istri ini tidak serta merta istri sedikit sedikit meminta uang kepada suaminya, Jika demikian maka ketahuilah bahwasannya ada rumus nabi yang bisa kita jadikan panutan :
= Nabi sering berdiskusi dengan istrinya untuk mengarahkan masa depan kehidupan , maka sering seringlah membangun komunikasi yang baik dengan istri anda yaa
Hal ini juga ada dalam Alquran dan hadits.
Jikalau rumah tangga anda ingin bahagia jauh dari sifat materialistis maka salah satunya cara menjadikan kehidupan menjadi tertata dengan baik adalah kompak dalam merencanakan keuangan keluarga

Jadi jika anda sudah berkomitmen untuk membangun keluarga bersama pasangan anda, maka itu  laki-laki sebagai suami bertugas mencari nafkah sedangkan istri menerima.

Namun seringkali masalah yang kita dapat jumpai adalah ada prinsip harta suami adalah harta istri , hal ini sangat tidak dibenarkan.
Prinsip yang benar menurut Al Quran surah ke 28 ayat 77 yang mengatur tentang keuangan dalam keluarga
 وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ


Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

diskusi yang pertama
Hei saya titipkan harta kepada anda untuk mencari peluang surga tapi jangan lupakan urusan dunia

Jadi kalau anda sudah bekerja, bekerja dapat penghasilan
= kumpul dengan istri kemudian buat lah peta pikiran
"kita mau ke surga yang mana istriku?"
"surga firdaus , suamiku"
Maka ketahuilah ciri penghuni surga firdaus , yakni di Al Qur'an surah ke 23 ayat 1 sampai ayat 11.
Dari sinilah anda dan istri/suami anda membuat peta tujuan keluarga anda.

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ
1. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman

الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ
2. (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya,

وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ
3. dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,

وَالَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُونَ
4. dan orang-orang yang menunaikan zakat

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ
5. dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,

إِلَّا عَلَىٰ أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ
6. kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela

فَمَنِ ابْتَغَىٰ وَرَاءَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْعَادُونَ
7. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ
8. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.

وَالَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ
9. dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya.

أُولَٰئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ
10. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi,

الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
11. (yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.

Berdasar pada surat tersebut diatas ( Al Mukminun ayat 1-11), maka anda dapat membangun komunikasi sebagai berikut (contoh saja yaaa...) :
 "ayo kita bangun musala di rumah"
"ayo kita ajarkan anak anak sholat"
"ayo kita undang pengajian tentang cara sholat khusuk"
"saya akan cari pekerjaan yang tidak akan bisa meninggalkan sholat"
dll

Jadi seringlah adakan diskusi dengan pasangan rumah tangga anda tentang hal bagaimana cara untuk meningkatkan kualitas hidup untuk meraih kesuksesan dunia dan akhirat bersama.

Bagaimana cara agar harta dunia bisa untuk kecukupan hidup dan bisa mengantarkan Anda sekeluarga ke surga yang paling tinggi , surga firdaus.

Berikan pemahaman dulu kepada istri
Bagaimana cara menggunakan harta itu dengan baik.

Hal yang sering menjadikan kehidupan berumah tangga bermasalah adalah ketika suami tidak memberikan perhatian yang cukup untuk istrinya padahal seorang Istri membutuhkan perhatian itu secara naluri sudah ada ada di hati seorang wanita.
Setiap wanita ingin selalu diperhatikan maka
"Hai para suami Jangan kurang kurang memberikan perhatian kepada istri anda".

Salah satu cara untuk memberikan perhatian yang cukup untuk istri adalah memberikan waktu dan ruang untuk kita berdiskusi saling memberikan saran yang terbaik untuk masing-masing.
Berikut contohnya :
"wahai Bunda apakah yang Bunda pikirkan tentang ayah?"
"apa yang bunda inginkan agar Ayah menjadi jauh lebih baik di matamu Wahai istriku?"

dan begitu pula sebaliknya.
Diskusi itu harus dilakukan sesering mungkin, ketika anda wahai suami mempunyai waktu dan kalau bisa luangkanlah waktu.
Terkadang meluangkan waktu ini harus dipaksa ada , untuk melakukan diskusi dari hati ke hati dengan istri Anda.
Rumus Bagaimana membangun rumah tangga menjadi kompak dan harmonis setiap waktu yakni antara lain membangun komunikasi yang baik berdikusi dengan niat yang baik jika suami sudah ada niat yang baik dan istri juga berniat dengan baik Maka insya Allah rumah tangga akan jauh dari segala godaan dan akan dikaruniai anak anak yang sholeh/sholehah
AAMIIN

Semoga Bermanfaat yaaa

Doa Tahajud

16.30.00

Doa Tahajud dibaca setelah sholat tahajud : 

اَللّٰهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَالِكُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ

 اَللّٰهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ، اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ

Allaahumma lakal hamdu anta qayyumus samaa waati wal ardhi wa man fiihinna. wa lakal hamdu anta malikus samaa waati wal ardhi wa man fiihinna, wa lakal hamdu anta nuurus samaawaati wal ardhi wa man fiihinna, wa lakal antal haqqu, wa wa'dukal haqqu, wa liqaa'uka haqqu, wa qaulukal haqqun, wal jannatu haqquw wannaaru haqquw wan-nabiyyuuna haqquw wa Muhammadun shallallahu 'alaihi wa sallama haqquw wassaa'atu haqq.

Allaahumma laka aslamtu wa bika aamantu wa 'alaika tawakkaltu wa ilaika anabtu, wa bika khaashamtu wa ilaika haakamtu faghfirlii maa qoddamtu wa maa akhkhartu wa maa asrartu wa maa a'lantu wa maa anta a'lamu bihiminnii. antal muqoddimu wa antal mu'akhkhiru laa ilaaha anta. wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah.

Artinya :
"Ya Allah bagi-Mu-lah segala puji, Engkaulah yang mengurus langit dan bumi serta semua makhluk yang ada pada keduanya. Dan bagi-Mu segala puji, Engkau Raja langit dan bumi beserta semua makhluk yang ada pada keduanya. Dan bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi beserta semua makluk yang ada pada keduanya. Dan bagi-Mu segala puji, Engkau Mahabenar, janji-Mu adalah benar, pertemuan dengan-Mu adalah benar, ucapan-Mu adalah benar, surga adalah benar, neraka adalah benar, para nabi adalah benar dan Nabi Muhammad Saw adalah benar serta hari kiamat adalah benar."

"Ya Allah hanya kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu-lah aku beriman, kepada-Mu-lah aku bertawakal, hanya kepada-Mu-lah aku kembali (bertaubat), kepada-Mu-lah aku mengadu, dan kepada-Mu-lah aku meminta keputusan, maka ampunilah dosa-dosaku yang telah lalu dan yang kemudian serta apa yang kusembunyikan dan yang kulakukan dengan terang-terangan dan apa yang lebih Engkau ketahui dariku, Engkau yang mendahulukan dan yang mengakhirkan, tiada Tuhan selain Engkau, dan tiada daya (unutk menghindar dari kemaksiatan) dan tiada kekuatan (untuk melakukan ibadah) kecuali dengan pertolongan Allah."

doa tahajud
sumber gambar : merdeka.com




Adapun Bacaan Dzikir Sesudah Sholat Tahajud antara lain :

1. Membaca Dzikir Istighfar
Artaghfirullaahal azhiim, alladziilaa ilaaha illaahuwalhayyul qayyuumu wa atuubu ilaihi 
2. Membaca Dzikir Tasbih (Subhanallah)
3. Membaca Dzikir Tahmid ( Alhamdulillah)
4. Membaca Dzikir Takbir (Allahu Akbar)
5. Membaca Dzikir Laa ilaaha illallah
6. Membaca Dzikir Sholawat Nabi Muhammad SAW
7. Membaca Surat Al Ikhlas, Surat Al Falaq dan Surat An Nas
8. Ditutup dengan Membaca Surat Al Fatihah

Kapan Uban muncul? Solusi dan Nasehat Dokter

10.48.00

Kapan uban muncul?

Ketika usia semakin bertambah, kemampuan tubuh untuk membuat pigmen yang memberikan warna pada rambut semakin menurun. Sehingga, rambut akan berwarna abu-abu atau bahkan menjadi putih.
Rambut putih atau yang biasa dikenal dengan uban ini akan muncul kala seseorang menginjak usia 40 tahun keatas, namun tidak jarang pula para remaja yang rambutnya sudah beruban.

Karena itu timbul pertanyaan, apakah uban bisa muncul pada usia muda ?

Jawabannya adalah : bisa.

Uban bisa muncul saat remaja,  
sebelum menginjak ke pembahasan lebih lanjut, anda harus tau penyebab uban muncul terlalu cepat (pada usia muda), yaitu :
  •      Stres
Pada setiap kegiatan yang dikerjakan dengan tidak nyaman dan pikiran stres bisa membuat otak dan mental jadi tertekan. Dalam kondisi tersebut rambut juga kesulitan dalam memproduksi pigmen pewarna rambut alami (melanin) .
  •      Faktor Genetik  
  •      Kekurangan Vitamin B12,  C dan E , 
Karena vitamin-vitamin tersebut sangat dibutuhkan untuk membantu pembentukkan pigmen rambut.
  •      Merokok, 
Merokok akan meningkatkan risiko tumbuh uban 4 kali lebih besar disbanding yang tidak merokok. Karena, merokok menghasilkan radikal bebas dalam tubuh perokok. Radikal bebas tersebut nantinya akan menurunkan tingkat pembentukan melanin.
  •      Ketidakseimbangan hormon
Akibat dari stress mendadak atau kronis atau hal lainnya.
  •      Distribusi melanin pada tubuh yang tidak normal 
  •      Faktor iklim yang berubah karena kondisi tertentu 
Seperti polusi, racun dan paparan bahan kimia.

Bagaimana proses terjadinya uban?


Rambut uban adalah hasil dari kurang melanin dalam keratin yang ada pada rambut, sehingga muncul perubahan warna dari pigmen rambut (melanin). 
Keratin adalah sel-sel protein yang membentuk rambut kita. 
Semakin rambut seseorang menjadi warna abu-abu dan memutih , itu menandakan bahwa Ia kekurangan melanin pada rambutnya.  
Ketika bertambah tua : melanosit (sel penghasil melanin) menjadi tidak aktif, namun melanosit tetap ada hanya saja tidak lagi memproduksi melanin. 
Semakin tua lagi.. maka jumlah melanosit semakin menurun, 
Kedua hal ini akan menyebabnya hilangnya melanin dan lama kelamaan rambut kita menjadi abu-abu dan memutih.
Faktor lain, yaitu semakin bertambah usia maka produksi enzim pemecah katalase semakin berkurang, sehingga Hidrogen peroksida yang seharusnya dipecah oleh katalase tetap ada , dan berakibat menghambat produksi melanin. 
Perlu diketahui bahwa secara normal folikel rambut memproduksi hidrogen peroksida dalam jumlah kecil. 

Apakah uban bisa dihilangkan secara permanen?

Hingga saat ini uban memang belum dapat dihilangkan secara permanen. Penggunaan pewarna rambut yang dipercaya dapat menghilangkan uban pun bukan menjadi solusi terbaik untuk menghilangkan uban. Pewarna rambut hanya mampu memberikan warna lain pada rambut uban, dan bersifat sementara. Sementara itu, zat pewarna rambut dipercaya justru dapat merangsang pertumbuhan uban, sehingga mampu memperbanyak jumlah rambut uban pada kepala.
masalah uban
BloggerDokter


Dalam ISLAM , masalah uban ini 

telah disebut kan di Al Quran surat Fathir ayat 37:

أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ ۖ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِير

Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu PEMBERI PERINGATAN? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.

Dalam tafsir Ibnu Katsir menerangkan bahwa sang PEMBERI PERINGATAN itu adalah UBAN.

Karena secara umum, uban muncul di usia senja. Jadilah uban itu sebagai pengingat manusia bahwa ia berada dipenghujung kehidupan dunia, menanti tamu (Malaikat maut) yang pasti datang dan tak disangka-sangka.

Nabi Muhammad shallallahu’alaihiwasallam bersabda:

أعمار أمتي ما بين الستين إلى لسبعين، وأقلهم من يجوز ذلك

Umur umatku di antara 60 ke 70 tahun, dan tidak banyak yang melebihi daripada itu. (HR. Imam Tirmizi)

- uban menjadikan seorang tak lagi rakus terhadap dunia, karena ajal makin dekat.
Munculnya uban membuat seorang sadar, bahwa keberadaannya dunia ini tidaklah selamanya. Hanya sebentar bila dibandingkan kehidupan alam akhirat. Yang satu hari di sana sama dengan lima puluh ribu tahun di dunia.

- uban akan menjadi cahaya di hari kiamat, berdasarkan riwayat Hadis Shahih berikut ini:

لَا تَنْتِفُوا الشَّيْبَ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَشِيبُ شَيْبَةً فِي الْإِسْلَامِ إِلَّا كَانَتْ لَهُ نُورًا يَوْمَ الْقِيَامَة

“Janganlah mencabut uban. Tidaklah seorang muslim yang memiliki sehelai uban, melainkan uban tersebut akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat nanti.” (HR. Abu Daud 4204. Hadis ini dishahihkan al-Albani dalam Shahih Targhib wa Tarhib, 2091)

مَنْ شَابَ شَيْبَةً فِي الإِسْلامِ كَانَتْ لَهُ نُورًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Barangsiapa yang telah beruban dalam Islam, maka dia akan mendapatkan cahaya di hari kiamat.” (HR. Tirmidzi no. 1634. Dishahihkan oleh AL-Albany dalam shohih Tirmizi)

- uban akan memancarkan sikap tabah dan wibawa
Rupanya uban membuat seorang lebih tampak tabah dan berwibawa.

كام ابراهيم أول من ضيف الضيف وأول الناس كَانَ إِبْرَاهِيمُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوَّلَ النَّاسِ ضَيَّفَ الضَّيْفَ وَأَوَّلَ النَّاسِ اخْتَتَنَ وَأَوَّلَ النَّاسِ قَصَّ الشَّارِبَ وَأَوَّلَ النَّاسِ رَأَى الشَّيْبَ فَقَالَ يَا رَبِّ مَا هَذَا فَقَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى وَقَارٌ يَا إِبْرَاهِيمُ فَقَالَ يَا رَبِّ زِدْنِي وَقَارًا

“Ibrahim adalah orang pertama yang menjamu tamu, orang pertama yang berkhitan, orang pertama yang memotong kumis, dan orang pertama yang melihat uban lalu berkata: Apakah ini wahai Tuhanku? Maka Allah berfirman: kewibawaan wahai Ibrahim. Ibrahim berkata: Wahai Tuhanku, tambahkan aku kewibawaan itu.” (HR. Bukhori dalam Al-Adabul Mufrod 120, Imam Malik dalam Al-Muwatto’ 9/58)

Sehingga kemudian jumhur ulama (mayoritas ulama) menyimpulkan, bahwa
hukum mencabut uban adalah makruh.
Beda halnya jika anak remaja anda telah ubanan, anda perlu berkonsultasi kepada dokter kepercayaan anda untuk menemukan penyebab pastinya untuk kemudian dicarikan solusinya.

SOLUSI seperti apa yang bisa anda ambil untuk mencegah atau mengobati rambut ber UBAN? 

Nasehat Dokter untuk orang beruban : 

Solusi ini lebih diperuntukkan untuk orang beruban sebelum menginjak saat normal atau alaminya yaitu seitar usia kurang dari 40 tahun
yakni antara lain
  • Asupan diet seimbang dengan cukupi suplemen vitamin terutama yang mengandung vitamin B12, C dan E.
  • Hindari radikal bebas
Untuk ini anda dapat konsumsi suplemen antiradikal bebas dan tentunya hindari polusi udara baik itu karena asap rokok aktif maupun pasif dan polusi udara kendaraan bermotor dan hal lainnya
  • Jika telah muncul uban JANGAN DICABUT
Ini disebabkan karena dengan mencabut rambut secara paksa (apapun alasannya) akan merusak folikel rambut yang merupakan akar rambut sebagai bekal utama pertumbuhan rambut. Sehingga secara tidak langsung akan dapat mengakibatkan rambut menipis bahkan bisa menjadi kebotakan permanen.
  • Gunakan pewarna rambut alami non alergenik, jika terpaksa
Kenapa saya bilang jika terpaksa? ya.. karena apapun bahannya pewarna rambut buatan dapat merangsang tumbuhnya uban , hal ini memang belum ada bukti ilmiah secara nyata. Namun sebaiknya jika tidak terpaksa, hindari mewarnai rambut toh juga rambut uban secara Islam adalah petanda kewibawaan bukan?

Lakukan perawatan rambut

Alih alih anda mewarnai rambut sebagai jalan pintas, lebih baik lakukan perawatan rutin untuk rambut anda.. ya ini yang sangat saya anjurkan.

Memang perawatan rambut tidak akan menyelesaikan rambut yang sudah terlanjur memutih namun perawatan ini akan memicu tumbuhnya rambut yang lebih sehat dan indah yang tertuju pada perawatan akar rambut dan tiap helai rambut.
Perawatan apa saja yang bisa dilakukan?
- mulai dari produk pembersih rambut, tonik/vitamin rambut
- peremajaan folikel rambut misalnya dengan memasukkan obat / vitamin langsung ke dalam kulit rambut (ini biasa dilakukan oleh dokter yang telah berkompeten, biasanya dengan alat khusus baik secara langsung dan tidak langsung), terapi oksigen untuk rambut, terapi sinar dengan panjang gelombang khusus , dll

Sekian
Semoga sedikit ulasan mengenai solusi dan nasehat dokter tentang uban ini bermanfaat
Pertanyaan anda dapat tuliskan di kolom komentar atau langsung hubungi saya via kontak diatas atau
di link berikut ini Kontak Dokter.
InsyaAllah saya segera respon, Terimakasih Wassalamualaikum,,,

Lebaran : Maximalkan sunnah tata cara sholat Iedul Fitri kita di Zaman Now

17.13.00

Lebaran tak terasa sebentar lagi..

Zaman kecil saya dulu, Hari raya idul fitri di kampung halaman tercinta, hari hari seperti ini pasti disibukkan dengan menyiapkan kue kue lebaran, memasak hidangan opor ayam plus lontong atau ketupat , menyiapkan minuman sirup segar dicampur gula asli siap disimpan dikulkas dan tidak lupa bersih bersih rumah, ga jarang juga tiap sebelum lebaran kami percantik rumah dengan cat tembok baru dan hiasan hiasan terbaru.

Lebaran Zaman now? 

hmmm sungguh sangat berbeda.. semuanya kami siapkan serba instan.
Gimana caranya ??
yaa beli di toko/mal terdekat hehee
Suguhan di rumah rumah lain pun sama, utamanya minuman yang disediakan adalah air mineral gelas atau teh instan dalam kemasan.
Namanya hidup harus ada perubahan yaa,, Namun yang pasti dan tidak boleh berubah adalah Semangat Silaturrahmi nya, meski silaturrahmi bisa dilakukan kapan saja namun saat lebaran tidaklah lengkap dan afdol jika tidak saling berkunjung ke sesama.. tetangga terdekat, sanak saudara dan rekan rekan kita..
Plus hal yang tidak boleh berubah adalah

Sholat Ied kita!

Nah, artikel kali ini bloggerdokter buat untuk membahas tata cara sholat ied. 

Agar sholat kita lebih mendapat pahala dari Nya aamiin InsyaAllah

Secara bahasa Ied artinya kembali, kembalinya hari itu dengan perputaran tahun, atau karena kembalinya rasa gembira dan bahagia tiap datangnya hari tersebut. Banyak keutamaan Allah SWT yang dicurahkan kepada hamba-Nya di hari Iedul Fitri.


Pertama tentu kita harus tau Hukum Sholat Ied Fitri
yakni sunnah muakkad karena Rasulullah SAW selalu mengerjakannya.
Pendapat imam Abu Hanifah : hukumnya fardhu ‘ain
Pendapat imam Ahmad : hukumnya fardhu kifayah.
bagi orang yang mukim ataupun musafir, merdeka atau budak, laki-laki maupun perempuan.

Firman Allah SWT dalam Alkautsar 2
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
maka laksanakanlah sholat karena tuhanmu, dan berqurbanlah.

Yang kedua adalah Waktu Sholat ied Fitri
adalah mulai terbitnya matahari hingga masuknya waktu duhur.

Ketiga, Caranya
yakni seperti sholat sunah 2 raka’at pada umumnya
Namun ada beberapa sunnah tambahan yaitu :

1. Dikerjakan  berjama’ah
kecuali sedang haji walaupun tidak berada di Mina, maka sunah tidak berjama’ah bahkan hukum berjamaahnya adalah khilaful aula.

2. Niat sholat ied Fitri
اُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ (…….) لِلّهِ تَعاَلَى
** Jika jadi imam ditambah dengan lafadz (إِماَماً), jika jadi ma’mum ditambah (مَأْمُوْماً), jika sholat sendiri dibaca sesuai diatas tanpa tambahan.

3. Takbir diraka’at pertama 7x selain takbiratul ihram
dan takbir 5x di raka’at kedua selain takbir berdiri dari sujud.

4. Mengangkat kedua tangan hingga sejajar pundak di setiap takbir, kemudian menaruh di bawah dada dengan tangan kanan menggenggam pergelangan tangan kiri.

5. Memisahkan antara takbir dengan bacaan Albaqiyatus Sholihat (Amalan baik yang kekal) yaitu:

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ
subhanallah , walhamdu lillah , wala ilaha illallah wallahu akbar
Mahasuci Allah dan segala puji bagi Allah dan tiada Tuhan selain Allah dan Allah Mahabesar

6.Mengeraskan bacaan takbir, baik bagi imam, makmum maupun orang yang sholat sendiri.

7. Bacaan surat setelah Fatihah disunnahkan surat Qof diraka’at pertama
dan surat Al-Qomar diraka’at kedua, atau surat Al-A’la, dan surat Al-Ghosyiyah

8. Berkhutbah setelah sholat 
seperti khutbah jum’ah dalam hal rukun dan sunahnya namun bukan pada syaratnya.
Jika dilakukan sebelum shalat, maka tidak sah.
Disunahkan juga membaca takbir 9x secara berkesinambungan diawal khutbah pertama, dan 7x diawal khutbah kedua.
Lebaran
BloggerDokter

Nahhh demikianlah cara melaksanakan sholat iedul fitri.
Setelah sholat dan mendengarkan kutbah jangan lupa bersalam salaman pertanda kita saling menyayangi dan selalu memaafkan segala kesalahan.

Lebaran horeee
Dan dengan ini, saya pribadi mengucapkan
SELAMAT HARI RAYA KEMENANGAN IEDUL FITRI 
semoga segala amal kita diterima dan diberikan pahala sebesar-besarnya oleh Allah swt
aamiin aamiin aamiin
mohon maaf lahir dan batin

Manusia, Jin dan Malaikat

08.54.00
Manusia diciptakan dengan naluri yang bersifat pertentangan diantaranya adalah :
  • kebaikan dan kejahatan, sifat yang mulia dan amarah,  sifat rendah hati dan kesombongan, sifat mengalah dan menang sendiri alias ego diri, sifat cinta kasih dan kebencian bahkan iri dan dengki bisa ditumbuhkan di hati jikalau sifat benci selalu kita simpan..
Kedua sifat naluri yang ada ini diciptakan olehNya dan dibiarkanNya dengan maksud kita sebagai manusia yang bisa berfikir memutuskan untuk memilih mana sifat yang akan kita simpan untuk dikembangkan..

Manusia mempunyai sifat seperti malaikat sekaligus juga seperti jin yang telah menjelma menjadi mahluk sesat yakni biasa kita sebut setan...

hijab modern, pilihan, wajib melindungi diri
panargaAkma



Sebelum setan diputuskan sesat olehNya, setan memohon permintaan terakhirnya kepada Tuhan, dimana ia akan mengajak manusia-manusia yang mudah tergoda dengan rayuannya untuk memilih sifat nya,, dimana ia akan menjadikan segala sesuatu indah di mata manusia meski sebenarnya itu adalah menyesatkan, dan...
Tuhan pun mengabulkan permohonannya.

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ (٦) - See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/04/tafsir-fathir-ayat-1-8.html#sthash.xXIBUCJF.dpuf
إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ (٦) - See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/04/tafsir-fathir-ayat-1-8.html#sthash.xXIBUCJF.dpuf

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوّاً اِنَّمَا يَدْعُواْ حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ
Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka jadikan ia sebagai musuh, sungguh setan itu mengajak golongannya supaya mereka termasuk penghuni (neraka) yang membara 

(QS fatir ayat 6)

Di dalam ayat KitabNya sering sekali disebutkan,, setan adalah musuhmu yang nyata!
Manusia diberikan kesempatan memilih,,
dan jika pilihan kita terlanjur salah, Tuhan telah sering juga mengatakan dalam alKitabNya bahwa Dia akan mengampuni manusia jika manusia tersebut bertaubat...
atau setidaknya membaca Astagfirullahhaladzim...

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az Zumar: 53).


Tidak heran dalam salah satu hadist mengatakan, nabi Muhammad sering sekali menyebut istigfar ini dalam hatinya,,, betapa mulianya beliau,,, nabi dan rasulku.. sekalipun Tuhan telah menjamin beliau masuk surga namun beliau tetap rendah hati...

Kepada anak-anakku selalu kuberikan pilihan ini... dan didepanku, entahlah mereka sudah mengeti atau belum..mereka mau menerima dan mengembangkan sifat malaikatnya,,

Ada cerita nya nih.. semoga berkenan menyimak ya.. disini :
https://www.youtube.com/watch?v=PlB4oqZD8zw

Semoga anak-anakku dan anak-anak kita selalu bisa berfikir untuk memilih naluri sifat sisi kebaikan manusia,,, Aamiin

Dan tentu semoga itu berlaku untukku sendiri,,,untuk anda dan semua orang.. Aamiin


waaww,, sederhana sekali.. Sederhana tapi berat juga lohhh,,
Seandainya ini terjadi pada semua manusia,,
niscaya setan akan menjadi satu2nya penghuni neraka...


 Jangan lupa like dan komentar ya, kalau perlu berbagilah ke yang lain 
Semoga bermanfaat 

Al Falaq - Waktu Subuh

16.06.00


PanargaAkma

Tafsir surat ke 113, Al Falaq :

Ayat 1
Yang dimaksud dengan ‘Robbil Falaq’ adalah Allah. 
Al Falaq berasal dari kata ‘falaqo’ yang berarti membelah. Dalam ilmu shorof ‘Al Falaq’ bermakna isim maf’ul sifat musyabbahah yang berarti terbelah.
Lebih khusus ‘Al Falaq’ bisa bermakna Al Ishbah (pagi/shubuh) karena Allah membelah malam menjadi pagi.
Secara umum ‘Al Falaq’ bermakna segala sesuatu yang muncul/keluar dari yang lainnya. Seperti mata air yang keluar dari gunung, hujan dari awan, tumbuhan dari tanah, anak dari rahim ibunya. Ini semua dinamakan ‘Al Falaq’.
Ta’awudz (isti’adzah) adalah meminta perlindungan kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar terhindar dari marabahaya.
Ta'awudz (isti’adzah) merupakan ibadah. Karena menghilangkan marabahaya dan kejelekan tidak ada yang mampu melakukannya selain Allah subhanahu wa ta’ala. Segala sesuatu yang tidak ada yang mampu melakukannya kecuali Allah, maka hal yang demikian tidaklah boleh dilakukan (ditujukan) kecuali pada Allah semata. Apabila hal semacam ini diminta kepada selain Allah, termasuk perbuatan syirik.
Ayat yang menunjukkan bahwa meminta perlindungan hanya boleh kepada Allah (karena Dia-lah yang mampu) dan bukan pada selain-Nya adalah firman Allah Ta’ala,

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
“Dan jika syetan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Fushshilat [41] : 36)

وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْأِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقاً
“Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka rasa takut.” (QS. Al Jin [72] : 6)
Maksudnya adalah Allah akan menambahkan kepada manusia rasa takut. Oleh karena itu, ini adalah hukuman dari perbuatan mereka sendiri yang meminta perlindungan pada jin. Dan hukuman pasti diakibatkan karena dosa.
Ayat 2 
Dari kejahatan mahlukNya, mencakup seluruh yang Allah ciptakan baik manusia, jin, hewan, benda-benda mati yang dapat menimbulkan bahaya dan dari kejelekan seluruh mahluk.
Ayat ini juga mencakup meminta perlindungan pada diri sendiri. Ingatlah, nafsu selalu memerintahkan pada kejelekan. Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي
“Karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku.” (QS. Yusuf [12] : 53).
Maka setiap kali seseorang mengucapkan ayat ini, maka yang pertama kali tercakup dalam ayat tersebut adalah dirinya sendiri. Jadi dia berlindung dari kejelekan dirinya sendiri, yang mungkin sering ujub (berbangga diri) atau yang lainnya. Sebagaimana yang terdapat dalam khutbatul hajjah:
نَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا
“Aku berlindung kepada Allah dari kejelekan diriku sendiri.” 
Ayat 3
Ghosiq dalam ayat ini adalah Al Lail (malam) ketika matahari telah tenggelam dan juga ada yang mengatakan Al Qomar (bulan). Pendapat yang kuat adalah tafsiran yang pertama (ghosiq adalah malam) sebagaimana didukung dengan tafsiran Al Qur’an.
أَقِمِ الصلاة لِدُلُوكِ الشمس إلى غَسَقِ الليل
“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam.” (QS. Al Israa’ [17] : 78)
Sedangkan bulan merupakan bagian dari malam. Dan di malam harilah setan serta manusia dan hewan yang suka berbuat kerusakan bergentayangan ke mana-mana (Adhwaul Bayan). 
Kepada Allah-lah kita meminta perlindungan dari kejahatan dan kejelekan seperti ini.
Ayat 4
Mujahid, Ikrimah, Al Hasan, dan Qotadah mengatakan bahwa yang dimaksudkan adalah sihir.
Dalam ayat ini disebut dengan ’An Nafatsaat’ yaitu tukang sihir wanita. Karena umumnya yang menjadi tukang sihir adalah wanita. Namun ayat ini juga dapat mencakup tukang sihir laki-laki dan wanita, jika yang dimaksudkan adalah sifat dari nufus (jiwa atau ruh).
Namun perlu diingat bahwa dalam syari’at ini terdapat pula penyembuhan penyakit dengan do’a-do’a yang disyari’atkan yang dikenal dengan ruqyah
Dari Abu Sa’id, beliau menceritakan bahwa Jibril pernah mendatangi Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam. Lalu mengatakan,”Ya Muhammad, apakah engkau merasa sakit?” Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam mengatakan,”Iya”. Kemudian Jibril meruqyah Nabi dengan mengatakan,
بِاسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ مِنْ كُلِّ شَىْءٍ يُؤْذِيكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنِ حَاسِدٍ اللَّهُ يَشْفِيكَ بِاسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ
Dengan menyebut nama Allah, aku meruqyahmu dari segala sesuatu yang menyakitimu, dari kejelekan (kejahatan) setiap jiwa atau ’ain orang yang hasad (dengki). Semoga Allah menyembuhkanmu. Dengan menyebut nama Allah, aku meruqyahmu.
 Ada yang berpendapat bahwa kejelekan nafs (jiwa) adalah ’ain, yakni pandangan hasad / dengki.

 Ayat 5
Hasad (dengki) adalah berangan-angan hilangnya nikmat yang ada pada orang lain, agar pindah kepada diri kita ataupun tidak.
Allah menutup surat ini dengan hasad, sebagai peringatan bahayanya perkara ini. Hasad adalah memusuhi nikmat Allah.
Sebagian Ahli Hikmah mengatakan bahwa hasad itu dapat dilihat dari lima ciri :
1. membenci suatu nikmat yang nampak pada orang lain;
2. murka dengan pembagian nikmat Allah;
3. bakhil (kikir) dengan karunia Allah;
4. tidak mau menolong wali Allah (orang beriman) dan menginginkan hilangnya nikmat dari mereka;
5. menolong musuhnya yaitu Iblis. (Al Jaami’ liahkamil Qur’an)
Salah satu dari bentuk hasad adalah ’ain (pandangan hasad). Apabila seseorang melihat pada orang lain kenikmatan kemudian hatinya merasa tidak suka, dia menimpakan ’ain (pandangan mata dengan penuh rasa dengki) pada orang lain. 
Allah memerintahkan kepada kita untuk berlindung kepada-Nya dari malam apabila gelap gulita, dari sihir yang ditiupkan pada buhul-buhul, dan dari orang yang hasad apabila dia hasad, karena ketiga hal ini adalah perkara yang samar. Banyak kejadian pada malam hari yang samar yang dapat memberikan bahaya kepada kita. Dan ketiga kejelekan (kejahatan) ini masuk pada keumuman ayat kedua
“dari kejahatan makhluk-Nya.” 
Lalu bagaimana jalan keluar agar terbebas dari tiga kejelekan (kejahatan) ini?
Pertama, dengan bertawakkal pada Allah, yaitu menyerahkan segala urusan kepada Allah Ta’ala.
Kedua, membaca wirid-wirid (dzikir-dzikir) yang dapat membentengi dan menjaga dari segala macam kejelekan. 
Perlu diingat bahwasanya kebanyakan manusia dapat terkena sihir, ’ain, dan berbagai kejelekan lainnya dikarenakan lalai dari dzikir-dzikir. Ingatlah bahwa bacaan dzikir merupakan benteng yang paling kokoh dan lebih kuat daripada benteng ’Ya’juj dan Ma’juj’. Namun, banyak dari manusia yang melupakan hal ini. Banyak di antara mereka yang melalaikan dzikir pagi dan petang, begitu juga dzikir ketika hendak tidur. Padahal dzikir-dzikir tersebut mudah untuk dihafalkan dan dibaca. 

Semoga bermanfaat..🌟✨🌟

An Naas - Manusia

16.05.00


Penjelasan surat ini
Merupakan penjelasan sifat - sifat Allah swt yakni Rabb (penguasa) dan sembahan segala mahluk.
Allah memerintahkan manusia memohon perlindungan dari kejelekan Khannas (setan yang menyertai manusia).
Karena, tidak ada seorang pun kecuali manusia yang mempunyai qarin (pengikut dari kalangan jin) yang menghias-hiasi kekejian di hadapannya dan memberikan khayalan-khayalan, 
dan seseorang yang selamat hanyalah siapa yang Allah kehendaki untuk diselamatkan.

 Rasul bersabda:

مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا وَقَدْ وُكِّلَ بِهِ قَرِينُهُ. قَالُوا: وَأنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: نَعَمْ إِلَّا أَنَّ اللَّهَ أَعَانَنِي عَلَيْهِ فَأَسْلَمَ فَلَا يَأْمُرُنِي إِلَّا بِخَيْرٍ
“Tidak ada seorang pun di antara kalian kecuali telah diikutkan padanya temannya dari kalangan jin.” Mereka bertanya, “Anda juga wahai Rasulullah?” beliau menjawab, “Iya, hanya saja Allah telah menolong saya untuk mengatasinya, sehingga dia pun masuk Islam, dan dia tidak memerintah saya kecuali dengan kebaikan" (1)


لَا تَقُلْ: تَعِسَ الشَّيْطَانُ, فَإِنَّكَ إِذَا قُلْتَ: تَعِسَ الشَّيْطَانُ تَعَاظَمَ وَقالَ: بِقُوَّتِي صَرَعْتُهُ. وَإذَا قُلْتَ: بِسْمِ اللَّهِ, تَصَاغَرَ حَتَّى يَصِيْرَ مِثْلَ الذُّبَابِ
“Jangan kamu katakan, “Celakalah setan,” karena jika kamu katakan, “Celakalah setan,” dia akan membesar dan berkata, “Demi kekuatanku, saya akan merasukinya.” Jika kamu mengatakan, “Dengan nama Allah,” dia akan mengecil sampai menjadi seperti lalat" (2)

Firman-Nya, “Kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi,”: Dia adalah setan yang bercokol di dalam hati manusia. Jika manusia lalai, dia akan memberikan was-was, tapi jika dia berdzikir kepada Allah, dia akan menahan diri.

Firman-Nya, “Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia.” Apakah terjadinya hal ini hanya terbatas pada manusia -sebagaimana yang nampak-, atau juga jin? 

Ada dua pendapat, mereka (jin) juga masuk ke dalam penamaan manusia. Ibnu Jarir berkata, Kata manusia sering digunakan untuk mereka (jin), “Beberapa orang laki-laki dari kalangan jin". Maka tidak ada larangan menggunakan kata ‘manusia’ untuk mereka (jin) secara mutlak.”

Firman-Nya “Dari (golongan) jin dan manusia.” Apakah ini adalah rincian dari firman-Nya, “Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia” lalu Dia menjelaskannya dengan firman-Nya, “Dari (golongan) jin dan manusia,”? 
Hal ini menguatkan pendapat yang kedua.
Ada yang mengatakan, “Dari (golongan) jin dan manusia” adalah penafsiran dari yang membisikkan was-was ke dalam dada manusia dari kalangan setan-setan jin dan manusia. 

Sebagaimana firman Allah Ta’ala, “Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).”
 (Al-An’am: 112)

Maka rasul bersabda :  
“Allahu Akbar, Allahu Akbar, segala pujian hanya milik Allah yang telah menolak makarnya dan hanya menjadikannya sebagai was-was".

Semoga bermanfaat..😇

Bagikan Artikel ini ke :

BISMILLAH

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Cari di BloggerDokter